Kades Pondokkaso Landeuh Protes Jalur Zonasi Pada PPDB 2024

FOKUS SUKABUMI Pemerintahan Pendidikan Sosial

Pewarta: Rusdi

SUKABUMI | FOKUSPRIANGAN.ID – Pelaksanaan PPDB 2024 di SMAN Parungkuda diwarnai erornya website, sehingga pada hari pertama gelombang 1, tidak ada seorang pun yang mendaftar di SMAN 1 Parungkuda.

Hal tersebut dikatakan, Rini salah seorang Wakasek Bidang Kurikulum kepada FOKUSPRIANGAN.Id, Selasa (4/6/24).

Ia menyebut PPDB gelombang pertama adalah sistem zonasi sehingga, diharapkan calon siswa yang mendaftar dr masyarakat sekitar sekolah. “Untuk gelombang pertama, adalah PPDB sistem zonasi dan orang yang tak mampu, tapi sayang website nya eror sehingga tdiak ada yang mendaftar,” kata Rini, Selasa (4/6/24).

Rini mengungkap kalau pada hari Senin kemarin, pihak nya sengaja mengundang beberapa kades se Kecamatan Parungkuda, tapi ada dua desa yang tidak hadir. “Kepala Desa PondokkasoLandeuh, Ujang Sopandi sempat protes soal sistem zonasi, tetapi ini kan program nasional, jadi harus dijalani sesuai aturan, toh ada program prestasi ini,” ucap Rini.

Sementara itu, mengenai program tahun kemarin, memang lewat jalur zonasi, tidak ada warga dari Desa PondokkasoLandeuh, yang ikut dalam program tersebut. “Paling ada beberap warga yang bisa masuk melalui sistem prestasi,” jelasnya.

Kuota pada PPDB 2024 adalah sebanyak 432 siswa yang bakal diterima di sekolah ini. “Ada dari warga Pondokkaso Landeuh yang mengikuti PPDB 2024,” ujar Rini.

Ditempat terpisah, Kades PondokkasoLandeuh, Ujang Sopandi membenar soal protes dari pihaknya.
“Saya memperjuangkan warga saya, supaya bisa sekolah di sekolah negeri,” katanya.

Kalau di Desa Pondokkaso Landeuh, warga banyak yang protes soal PPDB 2024. “Itu yang membuat saya protes dengan sistem zonasi, soalnya dianggap warga kalau desa bisa menjembatani ke SMAN 1 Parkud,,” ujarnya.

Kejadian ini, menurutnya, terus berlangsung setiap tahunnya. “Saya berharap agar pemerintah tidak menerapkan ke sistem zonasi, kayak dulu saja lah sistem nilai atau nem,” tegasnya.