Penemuan Jejak Kaki Macan di Dua Desa di Sukaraja Gegerkan Warga Desa Langensari

FOKUS SUKABUMI Sosial

Pewarta: Rusdi

SUKABUMI | FOKUSPRIANGAN.ID – Diduga jejak kaki macan tutul ditanah, gegerkan Warga Desa Langensari dan Desa Selaawi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Penemuan jejak kaki macan terlihat di kebun milik warga, tepatnya di Kampung Pulopanggang Batukarut, RT 01/RW 10, Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi.

Camat Sukaraja, Erry Erstanto membenarkan adanya penemuan jejak kaki yang diduga milik macan ini. “Jejak kaki macan tersebut sempat membuat heboh warga setempat,” katanya.

Menurutnya, kalau dilihat dari laporan itu, memang cukup banyak jejak kakinya. “Kebetulan tanahnya juga agak sedikit gembur, jadi kelihatan jelas sekali memang patut diduga itu jejak kaki macan,” kata Erry kepada wartawan, Minggu (1/6/24).

Meski begitu, hingga sampai saat ini, pihaknya, belum mendapatkan laporan terkait adanya ternak milik warga yang menjadi mangsa hewan buas itu. Namun, warga yang berada di sekitaran penemuan jejak hewan buas tersebut, merasa cemas.
Erry meminta kepada masyarakat agar waspada, tapi jangan terlalu berlebihan.
“Karena kalau menurut saya binatang seperti itu kalau tidak terdesak tidak akan turun ke pemukiman penduduk,” ujarnya.

Penemuan yang diduga jejak kaki macan ini, ucap Erry, lokasinya tidak jauh dengan kawasan kaki Gunung Gede. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pemerintah Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi langsung melakukan koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat, untuk menindaklanjuti penanggulangan jejak kaki macan tersebut.

“Sebenarnya, kami itu sudah komunikasi dengan orang BKSDA itu melalui telepon seluler. Tapi, untuk secara resminya kami juga sudah bersurat ke BKSDA itu,” terangnya.

Saat melakukan komunikasi dengan pihak BKSDA, kata Erry, mereka (BKSDA) dalam waktu dekat ini berencana akan turun secara langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penelitian terkait penemuan yang diduga jejak kaki macan tersebut.

“Iya, itu sudah dikomunikasikan juga secara lisan atau by phone oleh Kasi Trantib, dan mungkin jawaban dari mereka Insya Allah, akan turun nanti pengecekan dalam waktu dekat. Iya, walaupun belum bisa dipastikan kapan itu dilaksanakan,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, terdapat beberapa desa yang ada di wilayah Kecamatan Sukaraja, lokasinya berdekatan dengan daerah perbatasan kaki Gunung Gede.

Menurutnya, sebelum penemuan yang diduga jejak kaki macan, di wilayah Desa Sukamakekar, Kecamatan Sukaraja, telah terjadi fenomena gerombolan monyet liar yang turun ke pemukiman penduduk.
“Ini harus dianalisis oleh tim ahlinya langsung yah. Karen, sudah dua tahun terakhir ini, hewan liar dari Gunung Gede itu, sering turun ke pemukiman warga. Nah, terkahir sekerang ada temuan jejak kaki macan,” tandas Erry.