Gara Gara Kepala Guru Olah Raga Terkena Bola, Seorang Siswa SD di Palabuhanratu Diduga Dianiaya Sang Guru

FOKUS SUKABUMI Sosial

Teks Poto: IlustrasiPewarta: Rusdi

SUKABUMI. FOKUSPRIANGAN.ID – Diduga gara-gara tak sengaja menendang bola sehingga bola mengenai kepala guru yang berinisial T di salah satu sekolah dasar negeri di Cibodas Kecamatan Palabuhanratu, seorang guru olah raga diduga aniaya seorang siswa kelas V SD.

Berdasarkan informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa peristiwa itu terjadi Jumat (31/5/24) sekitar pukul 09.00 Wib di SDN wilayah Cibodas Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Korban bersama keluarganya lalu melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Sukabumi.

Hal tersebut dikatakan Dede Irwan kakak kandung korban, bahwa telah melaporkan kejadian yang menimpa adiknya. “Guru olahraga yang diduga menganiaya adik saya, sudah dilaporkan ke Polres Sukabumi,” ujarnya kepada wartawan.

Dede menyebut, kronologi peristiwa itu bermula saat korban bersama teman-temannya sedang belajar mata pelajaran olahraga. Biasanya, katanya, guru tersebut mengajar di lapangan bola namun hari ini hanya di dalam kelas.

“Biasanya ngajar sama Pak T itu suka ke lapangan bola, cuma lapangan bolanya di pakai buat menjemur cengkeh, kalau lapangan satu lagi tidak dipakai ngejemur cengkeh, pas diajak Pak T ke lapang Sirna tidak mau,” terangnya.

Akhirnya, korban bersama temannya bermain bola di dalam kelas. Secara tak sengaja, bola yang dimainkan korban tersundul dan mengenai kepala guru tersebut. “Nggak sengaja kesundul kena kepalanya. Pas ngambil bola di depan Pak T diduga langsung dicekik. Diduga selain dicekik, diduga dijambak rambutnya,” ujarnya.

Akibat peristiwa tersebut, korban mendapatkan luka lecet di bagian leher dan tangannya. Korban juga sempat menunjukkan bagaimana guru itu diduga mencekik dan menjambak rambutnya. Setelah selesai membuat laporan, korban yang didampingi keluarganya berencana untuk visum di rumah sakit.

“Ada luka di leher, di tangan. Dijambak kepalanya. Keinginan keluarga untuk ditindaklanjuti proses hukum, korban anak bungsu dari empat bersaudara. Saya anak kedua,” kata Dede.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Ali Jupri membenarkan peristiwa dugaan penganiayaan yang menimpa siswa tersebut. Dia mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan kepada korban.”Ya tadi siang ini kita telah menerima adanya laporan polisi dari orang tua murid tersebut. Kami sedang melakukan proses pemeriksaan dan membawa korban ke rumah sakit guna dilakukan visum atas dugaan adanya kekerasan terhadap anak,” tandasnya.