Laskar Fisabilillah Indonesia (LFI) Temukan Dugaan Kecurangan Pemilu di salah Satu TPS Kota Sukabumi

FOKUS SUKABUMI Politik Sosial

Teks : Photo Ilustrasi

Pewarta: Eka Lesmana

SUKABUMI.FOKUSPRIANGAN.ID – Hasil akhir perolehan suara di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 masih berproses karena KPU dan jajarannya belum tuntas melakukan rekapitulasi suara secara berjenjang di berbagai daerah. Kendati metode hitung cepat (quick count) hasil pemungutan suara Pemilu 2024 sudah dilansir sejumlah lembaga dan menunjukan salah satu pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden (Capres-Cawapres) yang meraih suara tertinggi, meninggalkan 2 paslon lainnya.

Sejak awal pemilu bergulir dugaan kecurangan santer disuarakan mayarakat sipil, termasuk di kota Sukabumi.

Ketua Umum Laskar Fisabilillah Indonesia (LFI) meminta segala bentuk indikasi dugaan kecurangan Pemilu 2024 harus diusut tuntas. Menurutnya itu dapat mempengaruhi integritas dan legitimasi calon terpilih.

“Segala kecurangan harus diusut karena akan berpengaruh terhadap integritas pemilu dan legitimasi terhadap calon yang terpilih,” kata Abi Kholil Asubki, jumat (23/02/2024).

Masih menurut Abi Kholil, Banyak surat -surat suara yang diduga tidak digunakan atau surat suara sisa termasuk yang rusak tidak diberi silang.

“Ada indikasi pemindahan suara di salah satu TPS di Kota Sukabumi ” ujarnya.

Lanjut Ketua Umum LFI, Padahal hal tersebut sudah jelas tertuang dalam keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) nomor 66 tahun 2024 tentang pedoman teknis pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara dalam pemilihan umum.

“Ketua KPPS dibantu anggota KPPS memberikan tanda silang pada surat suara yang tidak digunakan termasuk sisa surat suara cadangan dan surat suara yang rusak atau keliru dicoblos diberi tanda silang pada bagian luar surat suara” terangnya.

Abi menambahkan, Indikasi dugaan kecurangan pemilu ini jangan dibiarkan harus dilawan, dan ketua KPU Kota Sukabumi harus bertanggung jawab jika terbukti.

Di katakan Abi kholil Asubki, Menurut saya pemilu 2024 ini adalah pemilu terburuk.

“Selain money politic yang terang – teragan, juga surat suara yang acak – acakan, seperti surat suara yang tidak digunakan atau sisa tidak dikasih tanda silang padahal sudah jelas tertuang dalam keputusan KPH no 66 tahun 2024 tentang pedoman teknis pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara dalam pemilihan umum. Entah karena kurang pembinaan dari KPU atau karena hal lain” tegas Abi Kholil.

Terkait money politic Abi menjelaskan, sudah jelas sekali diduga ada pembiaran, tidak mungkin panwas tidak tahu, sepertinya mereka cenderung diduga cari aman.

“Iya, indikasi dugaan kecurangan ini sepertinya terstruktur dan masif, dan kami akan membawa bukti salah satu kecurangan yang terjadi di salah satu TPS dengan adanya pemindahan suara” cetus Abi Kholil Asubki.

Ketika ditanya langkah kongkrit kedepan LFI mengenai indikasi dugaan kecurangan pemilu Abi Kholil menyatakan, “Tentu saja hal ini tidak bisa dibiarkan, kami jelas akan melakukan gerakan mulai dari langkah hukum hingga aksi ke gedung KPU” Tegas Ketua Umum Laskar Fisabilillah Indonesia.

Yang pasti indikasi dugaan kecurangan ini benar -benar terjadi, temuan kami dari LFI dilapangan terjadi di kota Sukabumi.

Lanjut Abi Kholil Asubki, “Tentu saja apabila segala sesuatu diawali dengan kecurangan, kedzoliman, maka akan menghasilkan pemimpin dan wakil -wakil rakyat yang korup hanya memikirkan kepentingannya sendiri, dan akan berdampak pada rakyat” terangnya.

Seperti di katakan dalam sebuah hadist,
Rasulullah bersabda,

ุงุณู’ู…ูŽุนููˆุงุŒ ู‡ูŽู„ู’ ุณูŽู…ูุนู’ุชูู…ู’ ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ุณูŽูŠูŽูƒููˆู†ู ุจูŽุนู’ุฏููŠ ุฃูู…ูŽุฑูŽุงุกูุŸ ููŽู…ูŽู†ู’ ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ููŽุตูŽุฏูŽู‘ู‚ูŽู‡ูู…ู’ ุจููƒูŽุฐูุจูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุนูŽุงู†ูŽู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุธูู„ู’ู…ูู‡ูู…ู’ ููŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูู†ูู‘ูŠ ูˆูŽู„ูŽุณู’ุชู ู…ูู†ู’ู‡ู ูˆูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุจููˆูŽุงุฑูุฏู ุนูŽู„ูŽูŠูŽู‘ ุงู„ุญูŽูˆู’ุถูŽุŒูŽ

“Dengarkanlah, apakah kalian telah mendengar bahwa sepeninggalku akan ada para pemimpin? Siapa yang masuk kepada mereka, lalu membenarkan kedustaan mereka dan menyokong kezaliman mereka, maka dia bukan golonganku, aku juga bukan golongannya. Dia juga tak akan menemuiku di telaga [HR. al-Tirmidzi, al-Nasai dan al-Hakim]” Pungkas Ketua Umum Laskar Fisabilillah Indonesia.