Ustadz. Cecep Aminudin: Mari Kita Realisasikan Khittoh Muhammadiyah

Fokus Jabar Sosial

Pewarta : Aep Saepudin

KAB.GARUT. FOKUSPRIANGAN.ID –. Bertempat di Masjid Alhuda, Kp. Cilimusideng Desa Cibunar Kec. Cibatu Garut, Minggu, (18/02/2024). Pimpinan Cabang Muhammadiyah Cibatu menggelar pengajian rutin bulaman dengan menghadirkan Mubaligh dari PDM Garut Drs. H. Cecep Aminudin.

Dalam thausiyahnya Ustadz. H. Cecep Aminudin selaku Wakil Ketua PDM Garut menjelaskan tentang khittoh Muhammadiyah, dimana kita selaku anggota persyarikatan harus senantiasa melaksanakan visi misi dan program dari Muhammadiyah. Jika ada aturan organisasi yang bersebrangan dengan pemerintah maka kita harus memegang khittoh Muhammadiyah. Apa saja Khittoh Muhammadiyah yang harus kita Realisasikan oleh Pengurus, Kader dan anggota Muhammadiyah, yaitu :

1. Menjiwai dan menjadi suri tauladan bagi seluruh ummat islam. Setiap pemimpin harus menjadi panutan bagi keluarganya, saudaranya, tetangga, masyarakat dan lingkungannya.

2. Mengaplikasikan sikap uswatun hasanah sehingga Nabi Muhamnad SAW harus menjadi idola/panutan bagi anggota Muhammadiyah. Kita harus mendakwahkan sifat-sifat Nabi kepada warga masyarakat sehingga menjadi manusia yang senantiasa menghidupkan sunnah-sunnah rasul dalam berbagai kehidupan baik sosial, budaya, ekonomi dan politik.

3. Menyempurnakan organisasi dan Merapihkan Administrasi Muhammadiyah, Setiap anggota Muhammadiyah berkewajiban untuk membayar sumbangan wajib anggota.

Lebih lanjut dituturkan Ustadz. Cecep Aminudin bahwa Ada 3 hal yang dapat merusak manusia yaitu ketika lagi sehat mencari penyakit, suka gunta ganti istri tanpa nikah yang syah, estapeta serta sering makan minum dengan makanan dan minuman yang berlebihan. Imbuhnya

4. Memperbanyak amal dan memperbaiki muttunya sehingga menghasilkan insan kamil yang dermawan dan Sumber Daya Manusia yang Cerdas.

5. Meningkatkan Muttu Anggota dan Kaderisasi Kepemimpinan di Muhammadiyah.

6. Mempererat Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathoniyah dan Ukhuwah Bashoriyah. Pungkas Ustadz. Cecep Aminudin mengakhiri pembicaraan.