AKBP Tony Serap Masukan dan Keluhan di Acara Jum’at Curhat Bersama Ojeg Pangkalan

FOKUS SUKABUMI Sosial

Pewarta: Rusdi

SUKABUMI. FOKUSPRIANGAN.ID – Sebagai wujud dialog akrab dengan masyarakat, Polres Sukabumi kembali menggelar kegiatan “Jum’at Curhat”. Kegiatan ini, digelar di Gedung Wicaksana Laghawa Pujasera Primkopol Polres Sukabumi, AKBP Toni Prasetyo bersama anggota Polres dan komunitas ojeg pangkalan di wilayah Palabuhanratu.

Wakil Kapolres Sukabumi Kompol Rizka Fadhillah, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan Jum’at Curhat dan Jum’at Berkah ini merupakan wujud nyata komitmen Polres Sukabumi, untuk menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat. “Kehadiran kami di sini bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat dan mitra bagi warga masyarakat, khususnya para tukang ojeg pangkalan di Palabuhanratu,” kata Rizka.

Kompol Rizka Fadhillah, dalam Curhatannya mengatakan, bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kehadiran Polres Sukabumi dalam kegiatan ini.

“Ini menjadi wadah yang baik untuk menyampaikan aspirasi dan masukan dari kami, para tukang ojeg pangkalan. Semoga dengan adanya Program Jum’at Curhat ini, hubungan antara kami dan kepolisian semakin erat dan dapat membantu peningkatan kondisi kamtibmas di wilayah kami,” ujarnya.

Beberapa curhatan dan masukan dari masyarakat antara lain mencakup tata tertib berlalu lintas, penerapan razia knalpot bising, tata kelola parkir di sekitar pasar semi modern Palabuhanratu, dan beberapa permohonan perbaikan infrastruktur di jalan raya setempat.

“Saya mengucapkan terima kasih atas curhatan dan masukan yang telah disampaikan oleh saudara-saudara kami di komunitas ojeg pangkalan. Kami akan segera merespons dan mengambil tindakan yang diperlukan agar kehidupan bersama di wilayah Pelabuhanratu menjadi lebih baik. Mari bersama-sama kita jaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kita,” terang Tony.

Kegiatan “Jum’at Curhat” Polres Sukabumi di Palabuhanratu, yang bertujuan untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat dan menjalin komunikasi yang bersifat inklusif dan kolaboratif. “Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah efektif untuk menyerap masukan dan aspirasi langsung dari masyarakat,” ujarnya.