Unsur Forkopincam Pacet dan Sukaresmi Beserta Unsur Lainnya Gotong Royong Bersihkan Tumpukan Sampah

Fokus Cianjur Pemerintahan Sosial

Pewarta: Faisal

CIANJUR. FOKUSPRIANGAN.ID – Unsur
Forkopincam Sukaresmi dan Pacet bersama Bhabinkatibmas, Babinsa, Kasi Pol PP, OPD, Kepala Desa, perangkat MUI, Retana dan Pramuka gelar kerja bakti membersihkan sampah yang menumpuk di area jalan Benying yang menumpuk di pinggir jalan hingga tdak sedap di pandang mata. Jumat (19/01/24).

Adapun kerja bakti ini dilakukan setelah ada rapat koordinasi antara dua kecamatan yaitu Kec.Sukaresmi dan Kecamatan Pacet.

Jejen Jaelani selaku Kasi Pol PP kecamatan Pacet mengatakan, kegiatan ini dalam upaya kepada warga jangan sampai membuang sampah sembarangan apa lagi ini pinggir jalan raya. Harusnya warga bisa menjaga kebersihan lingkungan terutama kebersihan kampung mereka sendiri,”kata Jejen.

Lanjut Jejen, kegiatan yang di laksanakan hari ini sebagai upaya dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Dengan semangat gotong-royong kita melaksanakan kegiatan bersih-bersih sampah ini dan komitmen kita untuk bersama-sama menjaga lingkungan menjadi sehat,”ujarnya.

“Adapun, Kerja bakti yang kami lakukan hari ini kita bekerjasama dengan sejumlah pihak seperti Camat, Danramil, Kapolsek serta unsur lainnya.

Kami berharap dengan kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat, sehingga tidak ada lagi membuang sampah sembarangan, kegiatan ini akan berkelanjutan, karena saat ini Cianjur darurat sampah, sesuai surat edaran Bupati Cianjur bahwa TPA pasir sembung ditutup, dan dialihkan ke Cikalong, TPA baru sedang dalam penataan, jadi 3 bulan kedepan pengolahan sampah di kelola sementara diserahkan ke kecamatan dan Desa, dalam masa darurat sampah dibentuk satgas K-5 yang melibatkan anggota Linmas, dengan cara kerja patroli rawan sampah dan juga sosialisasi peraturan yg ada, penegakan PERDA NO 3 tahun 2020 tentang Trantibum, pasal 8.” Setiap orang dilarang membuang sampah sembarangan harus pada tempatnya, adapun kalau ada yang melanggar ada sanksinya, dengan sanksi 3 bulan kurungan dan denda paling banyak sebesar Rp. 50.000.000,”ujarnya.