Ustadz. Aji Suryadi: Islam Tidak Akan Tegak, Kalau Tidak Ada Jama’ah

Fokus Jabar Sosial

Pewarta : Aep Saepudin

KAB.GARUT. FOKUSPRIANGAN.ID – Bertempat di Masjid Nurul Hidayah Kp. Cipancur Desa Cibunar Kec. Cibatu Kab. Garut, Ahad, 14 Januari 2024 telah dilaksanakan Pengajian Rutin Bulanan PCM Cibatu dengan Mubaligh Dari Majelis Tabligh PCM Garut Ustadz. Aji Suryadi, S.Pd

Dalam thausiyahnya Ustadz. Aji Suryadi, mengutarakan agar umat islam harus hati-hati dalam menerima informasi di zaman sekarang ini karena banyak jebakan batman, godaan dan bujuk rayu dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab sudah banyak menjanjikan akan ini dan itu, untuk itu kita harus memperbanyak berdzikir Kerala Allah SWT agar terhindar dari bujuk rayu serta bisikan syetan baik yang berbentuk Jin maupun manusia.” Imbuhnya.

“Seorang muslim, jangan membicarakan aib saudara kita, ngegosip, gibah sambil silih siaran di depan rumah, padahal orang yang di bicarakan kalau tahu tidak akan menerimanya, hati-hati sekarang banyak orang yang pintar tapi apakah ilmunya berkah atau tidak..? Yang ada malah Pinternya kabalinger dan suka menipu orang.” Tandasnya.

Di akhir thausiyahnya Ustadz. Aji Suryadi yang juga menjadi pengurus MPC FAHMI TAMAMI Kabupaten Garut menjelaskan tentang makna Kedaulatan itu ada di tangan rakyat, oleh karena itu kita harus memilih calon pemimpin yang memiliki sifat-sifat kenabian, sidiq, amanah, pathonah, tabligh. Selanjutnya Kita harus melihat rekam jejaknya, bagaimana kinerjanya harus bisa di buktikan selama dia menjabat sehingga bisa di rasakan mangfaatnya oleh rakyat, kalau bukan oleh kita, oleh siapa lagi pemimpin yang benar akan kita pilih, kalau bukan sekarang kapan lagi ada perubahan di Indonesia.” Ucapnya.

“Seperti Kata Umar Bin Khattob setelah di tetapkan sebagai Khalifah pengganti Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar berkata, ” Islam tidak akan Tegak, kalau tidak berjama’ah dan tidak ada jama’ah kalau tidak ada pemimpin. Jadi memilih pemimpin itu Wajib hukumnya, maka kitapun selaku rakyat yang berdaulat harus cerdas-cerdas dalam memilih pemimpin yang memiliki kecerdasan inteleltual yang mumpuni dibidangnya.” Pungkasnya.