H. Iden Sambas: Ingin Menjadi Manusia Yang Bermanfaat Bagi Rakyat Garut

Fokus Jabar Politik Sosial

Pewarta : Aep Saepudin

KAB.GARUT. FOKUSPRIANGAN.ID – Salahsatu Caleg DPRD Garut dari Petahana yang siap makalangan/maju kembali untuk mendapatkan suara di Dapil 1 dari PKB adalah H. Iden Sambas. S.Pd.I

Ketika di konfirmasi di salahsatu rumah makan di Jl. Banyuresmi – Garut, Senin, 8 Januari 2024, H. Iden Sambas menjelaskan tentang maksud dan tujuan menjadi Caleg DPRD Garut, “Kenapa saya maju kembali menjadi Caleg DPRD Garut, karena saya punya prinsif, khairunnas anfauhum linnas artinya sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya, saya melihat masih banyak PR yang harus dibenahi, maka saya berniat untuk mewakafkan diri untuk menjadi penyambung lidah masyarakarat dalam upaya memperjuangkan aspirasinya sehingga dapat di rasakan manfaatnya oleh warga masyarakarat Dapil 1 khususnya dan Kabupaten Garut pada umumnya.” Ucapnya.

“Saya ingin menjadi orang yang banyak manfaatnya bagi warga masyarakarat Dapil 1 khususnya dan Kabupaten Garut pada umumnya, maka bismillah Saya maju kembali menjadi Caleg DPRD Garut Dapil 1 No. Urut 1 dari PKB, untuk itu mohon do’a dan dukungannya pada tgl 14 febuari 2024 untuk memilih H. Iden Sambas No. Urut 1.” Paparnya.

Lebih lanjut di tuturkan Iden Sambas mengutarakan tentang tugas dan fungsinya sebagai anggota legislatif adalah membuat PERDA, membuat RAPBD dan melakukan pengawasan kinerja dari eksekutif yaitu Bupati, Wakil Bupati, Sekda, para Kadis, Camat, Lurah dan semua unsur Pemerintahan Kabupaten Garut agar bisa melaksanakan kinerjanya sesuai aturan dan perundang-undangan.”Tandasnya.

“Salahsatunya, Saya sangat kecewa atas pernyataan oknum dari Satpol/Banpol PP yang secara terang-terangan menyatakan dukungan kepada Gibran Raka Bumingraka sebagai Cawapres, ini jelas-jelas termasuk pada pelanggaran kode Etik sebagai abdi negara yang harus bersikap netral, apalagi ini dilakukan oleh Satpol PP yang seharusnya menjadi penjaga gawang dalam penegakan hukum, jadi harus segera diberikan sanksi yang seberat-beratnya. Ingat aturan dibuat untuk di taati bukan untuk di langgar, walaupun statusnya tenaga sukwan tapi karena mereka mendapatkan gajinya dari APBD Garut, Tetap harus bersikap Netral, tidak boleh mendukung kepada salahsatu Capres/Cawapres.” Tutupnya.