Insentif Marbot dan Tenaga Pendidikan Keagamaan Diduga Dihilangkan, Alasannya Anggaran Digunakan Untuk Pemilu, LFI Akan Laksanakan Aksi Ke Pemkot Sukabumi

FOKUS SUKABUMI Sosial

Teks Photo : Ketua Umum Laskar Fisabilillah Indonesia Abi Khalil Asubki

Pewarta : Eka Lesmana

SUKABUMI.FOKUSPRIANGAN.ID – Ada sekitar 2.000 tenaga pendidik keagamaan dan marbut masjid, yang di berikan insentif oleh Pemkot Sukabumi Pemberian insentif ini sebagai bentuk apresiasi karena mereka menjadi bagian dari garda terdepan dalam membantu mewujudkan visi Kota Sukabumi yang religius.

Ketua Laskar Fisabilillah Indonesia (LFI) Abi Kholil Asubki mengatakan, “Secara total tenaga pendidik keagamaan dan marbot masjid ada sekitar 2.000 orang” Kata Abi Kholil Asubki, Sabtu ( 06/01/2024

Lanjut Abi Kholil, Pemberian insentif kepada tenaga pendidik keagamaan dan marbut masjid ini merupakan bagian dari upaya mendorong terwujudnya masyarakat religius. Marbot, misalnya, berperan menjaga kondisi masjid, sehingga bersih dan nyaman digunakan.

“Namun ironis Insentif marbut dan tenaga pendidik keagamaan tahun sekarang diduga dihilangkan anggarannya dengan alasannya buat pemilu,” ujar Abi kholil.

Hari Kamis kemarin sudah melaksanakan audiens, kalau keputusan tidak dirubah kami akan lakukan akksi.

Masih menurut Abi, Intinya peran tenaga pendidik keagamaan penting sekali dalam rangka melahirkan generasi unggul anu berakhlak mulia. Peran marbot jelas supaya jemaah nyaman di tempat ibadah.

“Terus sekarang kalau dihilangkeun dengan alasan untuk biaya kampanye, kan masih banyak anggaran yang bisa dimanfaatkann, kenapa marbut dan tenaga pendidik agama yang intensifnya dihilangkan. Ada apa…?,” Ucap Abi.

Dikatakan Abi Kholil Asubki, kalau pemerintah kota tetap menghilangkan anggarannya di tahun 2024 ,” jelas itu dzolim.

Dalam hal ini Laskar Fisabilillah Indonesia mengutuk keras keputusan tersebutm

“Marbot dan tenaga pendidik agama hanya segitu – segitunya insentifnya jauh dari kata layak, intinya kami mengutuk keras dan akan melakukan aksi besar -besaran karena menyangkut umat,” Tegas ketua umum LFI.

Abi Menambahkan, tidak adil hanya karena pemilu, rakyat dirugikan

“Program keagamaan dan keumatan yang sudah berjalan dengan baik dan sangat besar manfaatnya seharusnya bisa dipertahankan, bahkan kalau bisa ditingkatkan, bukan malah dihilangkan,” pungkas Abi Kholil Asubki.