Tintin Siti Hajar: Suka Duka Menjadi Guru Honorer selama 17 Tahun

Fokus Jabar Pendidikan Sosial

Pewarta : Aep Saepudin

KAB.GARUT. FOKUSPRIANGAN.ID – Pemerintah Pusat melalui Panitia Seleksi Nasional di Kementerian Pendidikan dan Riset RI telah mengumumkan hasil seleksi calon guru PPPK, Banyak yang lulus dan bersuka ria serta banyak pula yang belum beruntung, itulah realita kehidupan dari seorang umar bakri (guru honorer) yang berharap ingin merubah statusnya dari honorer menjadi ASN PPPK.

Salahsatu Guru SDN 1 Sukajaya yang beruntung dan dinyatakan lulus serta telah mendapatkan penempatan kerja di sekolah induknya adalah Tintin Siti Hajar Romantini, S.Pd, SE. Dimana pada bulan Juli 2022 telah menerima SK dari Bupati Garut untuk ditetapkan menjadi ASN PPPK di SDN 1 Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul Kab. Garut.

Ketika di konfirmasi pada acara Kopdar di salahsatu Rumah Makan di Jl. Otista Garut, Senin, 25 Des 2023, Tintin Siti Hajar, S.Pd, SE menuturkan tentang seputar seluk beluk dan kisah suka dan duka menjadi Guru honorer.”Alhamdulillah saya bersyukur sekali bisa lulus dan di terima menjadi ASN PPPK, ini menjadi kebahagiaan tersendiri, dimana hampir 17 tahun saya mengabdi sebagai guru honorer dan berjuang di FAGAR untuk dapat merubah nasib dari honorer menjadi ASN PPPK akhirnya membuahkan hasil, sekarang sudah menjadi ASN PPPK.”Katanya.

Selanjutnya di tuturkan Tintin Siti Hajar yang juga pernah menjadi Bendahara DPP FAGAR, “Banyak suka dan duka ketika bersama-sama berjuang dengan rekan-rekan pengurus DPP FAGAR dan para guru honorer yang lainnya untuk melakukan aksi unjuk rasa ke DPRD Garut, ke Kemendikbud, Menpan RB serta melakukan loby-loby ke para anggota DPRD Garut, Kadisdik, BKD, Sekda dan Dinas/Instansi terkait agar tuntutan kuota PPPK di Kabupaten Garut di kabulkan dari 780 menjadi 3032 orang, akhirnya di kabulkan termasuk didalamnya ada nama Tintin Siti Hajar Romantini.”Ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan Tintin Siti Hajar, Guru ASN PPPK di SDN 1 Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul bahwa untuk mencapai suatu tujuan, diperlukan pengorbanan, kesabaran dan tahan cacian, fitnahan serta banyak lagi yang tidak bisa disebutkan, intinya kita harus menjaga kebersamaan untuk mencapai tujuan, alhamdulillah sekarang terasa sekali ada sedikit perbedaan setelah berubah status dari honorer menjadi ASN PPPK, tetapi hati saya masih tetap bersama para guru honorer yang lainnya, kami ingin agar semua guru honorer bisa diangkat 100% jadi PPPK.” Imbuhnya.

Apa ada perbedaan dalam melaksanakan KBM…? Mantan Ketua DPC FAGAR Kecamatan Tarogong Kidul ini menyatakan, “Pada prinsipnya sama, cuma harus lebih disiplin dan giat lagi dalam melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar, Asbensi pun harus di isi full, baik saat kedatangan maupun pulang, sedangkan untuk pengajian alhamdulillah lancar setiap bulan saya terima tepat waktu, semoga tambah berkah rezekinya.” Ucapnya.

Apa ibu punya target meniti karier seperti menjadi Kepala Sekolah, dengan penuh diplomasi, Ibu Tintin menjawab, “Saya belum berpikir kearah sana, sekarang lebih fokus kepada KBM agar sesuai kurikulum merdeka dan saya sekarang sedang fokus untuk mengikuti seleksi menjadi guru penggerak, sudah 3 kali test belum lulus, mudah-mudahan di test berikutnya bisa lulus menjadi guru penggerak.”Tutupnya.