M. Mukti Arif, SE : Wujudkan Kemakmuran yang Beradilan Bagi Warga Garut

Fokus Jabar Politik Sosial

Pewarta : Aep Saepudin

KAB.GARUT. FOKUSPRIANGAN.ID – Semakin mendekatnya pelaksanaan pemilihan umum tgl 14 Febuari 2023, Para Caleg semakin gencar melakukan sosialisasi dan kampanye kepada masyarakat pemilih di Dapil-nya masing-masing. Baik melalui kampanye tertutup, penyebaran stiker, pamplet dan pemasangan spanduk, baligo di berbagai sudut kota dan prapatan jalan bahkan ada yang di tanam/di paku di pohon kayu.

Salahsatu Calon Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Garut dari Partai NasDem untuk Daerah Pemilihan 1 yang telah siap untuk menjadi wakil rakyat adalah M. Mukti Arif, SE.

Ketika di temui di rumahnya Jl. Djati Kecamatan Tarogong Kaler Garut, Rabu, 20 Des 2023 menjelaskan tentang maksud dan tujuannya maju sebagai Caleg DPRD Garut adalah untuk membawa Perubahan di parlemen/DPRD Garut agar sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku, anggota dewan ketika datang ke kantor bukan cuma datang, duduk, sidang dan pulang tapi harus menghasilkan keputusan publik yang bisa di rasakan manfaatnya oleh masyarakat karena sesungguhnya anggota dewan itu berasal dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Ujarnya Tegas.

Selanjutnya di tuturkan Mukti Arif yang pernah menjabat sebagai Ketua KNPI Kabupaten Garut bahwa kedepan, 50 anggota yang terpilih harus menyamakan visi misi dan persepsi yang sama untuk berkolaborasi bagaimana menjalankan tugas dan fungsinya dengan sebenarnya yaitu Legislasi, Budgetting dan Controlling serta menampung aspirasi masyarakat untuk kita perjuangkan agar pembangunan dan program dari eksekutif bisa dilaksanakan dengan baik sesuai RPJMD Kab. Garut secara Berkeadilan dan Berkemakmuran bagi seluruh warga masyarakat Garut. Cetusnya.

“Setelah itu di sinkronisasikan dengan pihak eksekutif tentang bagaimana RPJMD tersebut bisa di laksanakan dengan baik dan sesuai peruntukan, pihak dewan tinggal melakukan pengawasan dengan baik pula, semoga di era Pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Garut yang baru bisa berkolaborasi dan terwujud kebersamaan yang saling melengkapi antara pihak legislatif dengan eksekutif sesuai kapasitas/forsinya masing-masing, sedangkan untuk program aspirasi/pokir, itu sebenarnya menjadi domainnya pihak eksekutif, kami ingin agar anggota dewan tidak terlibat langsung dengan pokir tersebut karena di khawatirkan pada akhirnya akan menimbulkan terjadinya korupsi. Ungkapnya penuh diplomasi.

“Demikian pula dalam pembuatan PERDA nanti, harus ada sinkronisasi yang baik antara pihak eksekutif, lembaga swadaya masyarakat, tokoh masyarakat, alim ulama, para cendikiawan termasuk insan pers untuk duduk bersama menerima masukan dalam hal pembuatan PERDA yang bisa mendatangkan kemanfaatan bagi masyarakat, bukan sebatas membuat PERDA yang berhubungan dengan retribusi saja atau bersifat umum, tapi di Garut perlu adanya PERDA Spesialis, seperti tentang kewajiban shalat berjamaah bagi seluruh karyawan Pemda Garut serta PERDA lainnya yang bisa membikin efek jera bagi pelaku yang melanggarnya. Ujarnya.

Ketika disinggung kenapa menggunakan Kendaraan Partai NasDem, M. Mukti Arif menjelaskan bahwa NasDem adalah Partai tanpa Mahar, Saya selaku Pengurus di DPD NasDem Garut memberikan kesempatan yang sama bagi warga masyarakat untuk ikut daftar sebagai Caleg tanpa meminta mahar, ini bertujuan untuk membuka ruang/kran terbuka bagi warga Garut yang memiliki ilmu pengetahuan dan SDM yang hebat bisa bersama-sama mengambil bagian yang sama untuk menjadi wakil rakyat baik di DPR RI, DPRD Provinsi maupun DPRD Kab./Kota. Tandasnya.

Diakhir perbincangan disampaikan M. Mukti Arif Caleg DPRD Garut No. Urut 2 Dapil 1 bahwa kedepan APBD Garut itu harus berpihak kepada rakyat, pokir-pokir tersebut harus menopang pada pertumbuhan ekonomi di masyarakat, jangan sebatas di gunakan untuk pembangunan infrastruktur saja, maka perlu adanya konsep kolaborasi antara eksekutif, legislatif dan para NGO untuk ikut terlibat dalam pembahasan RAPBD sehingga nantinya bisa mendatangkan kemanfaatan dan peningkatan kesejahteraan terhadap masyarakat.” Pungkasnya.