Lantaran Kesal Daerah Diduga Dijadikan Tempat Maksiat, Warga Cibadak Bongkar Paksa Dua Bangunan yang Dihuni Seorang Janda

FOKUS SUKABUMI Sosial

Pewarta: Rusdi

SUKABUMI. FOKUSPRIANGAN.ID – Lantaran warga kesal daerah tersebut diduga kerap dijadikan sebagai tempat maksiat, dua buah bangunan di bantaran sungai Cicatih di Kampung Cipanas Rt 02/23, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, dibongkar dan dibakar warga, Senin (18/12/23).

Pembongkaran sekaligus pemusnahan dua bangunan tersebut, dilakukan warga, lantaran kesal dikarenakan diduga lokasi tersebut menjadi tempat maksiat.

Bangunan tersebut dihuni oleh seorang wanita muda berinisial A (32 ) dengan status janda pindahan dari kampung tetangga. “Sebelumnya warga sudah memberikan peringatan kepada penghuni bangunan, namun peringatan tersebut tidak dihiraukan oleh mereka, hingga pada hari ini setelah melakukan musyawarah, warga bersama aparatur Pemerintah Kelurahan, TNI/Polri serta Satpol PP melakukan pembongkaran untuk mengantisipasi agar nantinya bangunan tersebut tidak digunakan lagi untuk lokasi kumpul kebo,” kata Hadi salah satu warga kepada awak media.

Ia mengatakan, bahwa saat pembongkaran bangunan, penghuni sudah dipaksa pindah bersama pasangannya yang belum mempunyai ikatan perkawinan. “Penghuni bangunan seorang janda bersama pasangannya sudah diusir warga. Semua perabotan penghuni sudah dibawa mereka sebelum pembongkaran, si A terlihat dengan kondisi hamil,” ujar Hadi.

Sementara itu, Lurah Cibadak Budi Eka Andriana yang berada di lokasi saat pembongkaran mengatakan, sebelumnya sudah banyak laporan dari warga terkait dengan penghuni bangun tersebut.

Bangunan itu diduga menjadi lokasi maksiat, sehingga melalui musyawarah warga bersama pihak kelurahan melakukan eksekusi bangunan agar kedepannya tidak dipergunakan lagi sebagai ajang maksiat.
“Dari hasil musyawarah dengan warga ahkirnya bangunan yang berada di bantaran sungai Cicatih tersebut dibongkar untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan,” jelasnya.

Budi juga menyebutkan, bahwa untuk wilayah kelurahan Cibadak, terkait dengan lokasi maksiat akan ditindak tegas ketika ada laporan dari warga masyarakat. “Kita berharap tidak ada ruang bagi pelaku maksiat di kelurahan Cibadak, tentu saja peran serta dari masyarakat sangat penting dalam memberantas hal tersebut,” tandasnya.