Seorang Nenek di Desa Bobojong Kecamatan Mande Tinggal Dirumah Lapuk Tanpa Jamban

Fokus Cianjur Pemerintahan Sosial

Pewarta: Ipey

CIANJUR. FOKUSPRIANGAN.ID – Seorang nenek kelahiran 1950 atau berusia kurang lebih 73 tahun di Cianjur tinggal di sebuah bangunan rumah yang sudah tidak layak huni.

Seorang nenek ini biasa disapa warga dengan sebutanĀ Emak Fatimah (73).

Fatimah adalah warga kampung Serang Rt. 001/002 Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur.

Fatimah tinggal di bangunan rumah yang sudah dalam kondisi bangunannya yang sudah tidak layak.

Karena, mulai dari atap yang sudah banyak yang bocor, kayu balok sudah rapuh dimakan rayap.

Kemudian, kondisi dinding bilik sudah rombeng dan bangunan tersebut sangat berpotensi roboh. Apalagi, ketika ada hujan deras disertai angin kencang dan gempa bumi.

Selain itu, juga tidak ada tempat mandi, mencuci dan tempat buang air besar (MCK). Sedangkan Fatimah tinggal sendiri di rumah reyod tersebut.

Banyaknya program pemerintah yang diperuntukan pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu) program sanimas (sanitasi masyarakat) dan lainnya.Namun program tersebut tidak dirasakan oleh si nenek ini.

Fatimah mengaku selama ini dirinya mendapatkan program pemerintah melalui program PKH dan BPNT

“Pami bantuan sapertos PKH sareng BPNT Alhamdulillaah nampi tapi bantuan rehab bumi teu acan komo bantuan WC mah teu aya, abdi peryogi pisan. (Kalau bantuan seperti PKH dan BPNT Alhamdulilah menerima, Tapi bantuan rehab rumah belum, bahkan bantuan wc tidak ada, saya perlu banget”Red)

Lanjut Fatimah.” Pami aya bantuan oge abdi mah alim mangrupi barangna tapi palay bumi kantun dianggo soalna t aya anu ngurus abdi teu tiasa nanaon tos sepuh.(Kalau Ada Bantuan juga saya tidak mau barangnya tapi pingin rumah tinggal di pakai soalnya tidak ada yang mengurus, saya tidak bisa apa apa sudah tua”Red).”Ucap Fatimah Rabu (29/11/23).

Sementara, Dadan Sumarna (55) warga setempat, membenarkan keadaan ibu Fatimah yang serba kekurangan dan menempati rumah yang tidak layak huni

Rumah Fatimah memamg tidak layak huni selain rumahnya sudah usang jamban tidak punya dan dapur pun sangat memperihatinkan namun bantuan dari pemerintah berupa PKH dan BPNT menerima, kalau ajuan untuk program bedah rumah atau bantuan rutilahu belum dan sudah saya sampaikan kepada pihak terkait,”kata Dadan.

Lanjut Dadan, rumah ini pernah roboh dan diperbaiki oleh warga dengan cara gotong royong bersama Rt dan warga.

“Sudah saya ajukan dan disampaikan kepada pihak terkait namun masih belum terealisasi,”ujarnya.

Saya berharap mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah terkait agar rumah ibu Fatimah ini mendapatkan bantuan untuk rehab agar layak untuk ditempati,”pungkasnya.