MERDEKA : Bebas Menyatakan Pendapat dan Berpolitik

Fokus Jabar Sosial

Oleh:Aep Saepudin, S.Ag/Guru PAI SMKN 1 Garut

Bangsa Indonesia pada tgl 17 Agustus 2023 akan merayakan dan memperingati hari kemerdekaannya yang ke 78 tahun, yang kalau dilihat angkanya berarti sudah cukup tua bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Para pendiri bangsa Indonesia baik yang tergabung di BPUPKI (Badan Persiapan Usaha Penyelidikan Kemerdekaan Indonesia) dan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) telah membuat landasan dasar bernegara yaitu Pancasila dan UUD 1945 yang merupakan satu-satunya sumber hukum yang harus di taati, di patuhi oleh seluruh rakyat Indonesia, seluruh Ormas, OKP dan Partai Politik.

Salah satu cita-cita dari para pendiri Bangsa Indonesia dan sekarang harus di wujudkan serta menjadi suatu
Kewajiban bagi para pemimpin Bangsa Indonesia yang sedang berkuasa, baik di Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif terhadap Rakyatnya adalah :

1. Mencerdaskan Anak Bangsa dengan cara membebaskan biaya pendidikan bagi seluruh rakyatnya dengan tanpa pandang bulu, suku, golongan, ras dan agama sehingga menjadi manusia unggulan, cerdas dan berkualitas.

2. Mensejahterakan Anak Bangsa dengan cara menciptakan lapangan pekerjaan serta mempermudah rakyatnya untuk bisa bekerja baik sebagai PNS maupun karyawan di suatu lembaga/dinas/instansi pemerintah.

3. Melaksanakan Ketertiban Dunia dengan cara ikutserta dan ikut andil dalam pencaturan politik dunia internasional yang menganut syistem politik bebas aktif lewat gerakan Non-Blok.

*MAKNA KEMERDEKAAN :*
Banyak makna dan tafsir dari arti Kemerdekaan, diantaranya :
1. MERDEKA berarti Bebas untuk mendapatkan kehidupan yang layak, para PKL harusnya dibina dan diberdayakan, bukan malah di usir untuk tidak berdagang karena dibelakang mereka banyak orang-orang bergantung kepadanya (Istri/Suami/Anak-anak)

2. MERDEKA berarti Bebas untuk mendapatkan Pekerjaan sesuai profesi dan keahlian yang dimilikinya, kalau perlu seluruh rakyatnya bisa di angkat menjadi PNS yang mendapatkan gaji, bukan malah dibatasi dengan aturan UU Cipta Kerja sehingga statusnya menjadi tidak tetap karena terikat dalam Perjanjian kerja.

3. MEREKA berarti Bebas untuk mendapatkan Pendidikan di setiap jenjang mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi Negeri dengan cara diberikan beasiswa kepada seluruh rakyat Indonesia biar nanti hasilnya akan melahirkan anak-anak bangsa Indonesia yang cerdas, intelektual dan berwawasan kewarganegaraan Indonesia.

4. MERDEKA berarti Bebas untuk menyatakan Pendapat baik secara lisan, tulisan maupun aksi unjuk rasa, Pemerintah jangan alergi dengan kritikan karena orang-orang yang sekarang menjabat di Eksekutif (Presiden, Wapres, Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota, Kades) merupakan Khodimul Ummah (pelayan rakyat/umat) karena mereka di pilih oleh rakyat dan gaji dengan uang rakyat melalui pajak dan retribusi lainnya.

5. MERDEKA berarti Bebas untuk mendapatkan Kesehatan siapapun orangnya wajib mendapatkan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Negeri baik yang punya BPJS maupun tidak.

6. MERDEKA berarti Bebas untuk beribadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing sesuai Pasal 29 ayat 2 UUD 1945, jangan karena beda pandangan dan beda partai politik dan selalu kritis terhadap kebijakan pemerintah kemudian di Cap Intoleransi, muslim identitas, teroris dan istilah-istilah lainnya yang pada ujungnya mereka tidak diberi ruang dan kesempatan untuk berdakwah amar ma’ruf nahi mungkar.

7. MERDEKA berarti Bebas untuk berpolitik sesuai keyakinannya dan selalu menyuarakan aspirasi politiknya sesuai hati nurani-nya, umat islam yang mayoritas di negara Indonesia punya kesempatan dan hak yang sama untuk bisa menentukan pilihannya (memilih Capres dan Caleg) sesuai aturan yang telah di gariskan dalam Al-Quran dan Hadits dengan kriteria Capres/Cawapres dan Caleg nya memiliki sifat-sifat kenabian seperti Sidiq, Amanah, Fathonah, Tabligh dan selalu berkomitmen untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia diatas segala-galanya.

*ARTI KEMERDEKAAN*
Arti Kemerdekaan adalah ketika kita selaku rakyat dan sebagai umat islam terlepas dari segala belenggu penjajah baik lahir maupun bathin serta terbelenggu dari godaan syahwat dan syubhat serta bisikan syaitan yang selalu mengadu domba dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.

Arti Kemerdekaan bahwa kita hanya menjadi hamba bagi Allah SWT yang maha kuasa, maha perkasa dan maha berkehendak yang telah menghantarkan Bangsa Indonesia berkat rahmat ALLAH SWT, pada tgl 17 Agustus 1945 bisa menyatakan Kemerdekaan dan terbebas dari belenggu para penjajah.

Arti Kemerdekaan adalah ketika hamba tidak terhalang untuk mengibadati/beribadah kepada Allah SWT, Tuhan yang Esa dari segala ancaman dan teror dari manusia-manusia yang rakus akan kekuasaan.

Arti Kemerdekaan adalah ketika hamba leluasa untuk mengikuti dan menjalankan syariat Nabinya tanpa adanya penghalang, teror, ancaman dari orang-orang yang tidak bertanggungjawabjawab.

Arti Kemerdekaan adalah ketika hamba diberikan kebebasan untuk berdakwah mengajak manusia ke jalan Tuhan yang lurus, bukan jalannya orang-orang yang sesat, kafir dan dzalim.

*BERJIWA MERDEKA :*
Sebagai warga negara yang baik, kita harus berJiwa Merdeka yaitu Jiwa yang tidak mau dibelenggu dengan syahwat dan syubhat warisan Iblis serta terbebas dari penjajahan gaya baru di era digital milenial yang sudah nampak jelas konten-konten pornografi dan konten negatif lainnya yang menyebabkan anak bangsa terjerumus kedalam perbuatan yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Jiwa Merdeka adalah Ketika Kita tidak taqlid buta menjadi hamba pengekor manusia/penguasa sehingga dijadikan panutan/idola dan manusia super diatas segala-galanya bahkan siap menjadi tameng garda terdepan untuk bersebrangan dengan rakyatnya karena ingin mendapatkan penghargaan dari atasannya.

Jiwa Merdeka adalah ketika jiwa yang tidak pernah gentar menyuarakan kebenaran meski tidak disukai dan disenangi oleh para pengambil kebijakan bahkan cap sebagai pembangkang, pemberontak, intoleransi dan di kriminalisasi dengan berbagai cara tapi tetap istiqomah untuk menyuarakan kebenaran (Qulil Haqo Wala’o Kana Muuran).

*MENTAL PENJAJAH :*
Sebagai warga negara yang kesatria kita tidak boleh berMental penjajah yang merupakan mental angkara murka yang ingin selalu memaksakan ideologinya diterima manusia meski bersebrangan dengan wahyu pencipta alam semesta, Pancasila dan UUD 1945.

Mental Penjajah adalah mental pemaksaan terhadap manusia untuk ikut kepada tradisi, warisan leluhur, kelompok, maupun individu serta golongannya dengan berdalih aturan perundang-undangan yang bertujuan untuk menutup ide, wawasan, konsep dan gagasannya agar tidak kritis terhadap kebijakan penguasa.