Sahabat Disabilitas Indonesia Apresiasi Bawaslu RI

Fokus Jakarta Politik Sosial

Pewarta: Robbi

JAKARTA. FOKUSPRIANGAN.ID – Dalam proses rekrutmen pengawas pemilu ditingkat kota/kabupaten yang sedang berlangsung saat ini layak mendapatkan apresiasi karena Panitia Seleksi Pengawas Pemilu kali ini memberikan tempat bagi para penyandang disabilitas untuk mengikuti tahapan seleksi agar bisa menjadi pengawas pemilu.

Presidium Nasional Sahabat Disabilitas Indonesia (SDI) Natalina saat dikonfirmasi oleh wartawan mengatakan, bagi para sahabat-sahabat penyandang disabilitas yang sudah mendaftar sebagai pengawas pemilu jangan takut dan gentar untuk mengikuti tahapan seleksi sebagai calon pengawas pemilu ditingkat kota/kabupaten karena panitia seleksi tidak anti bahkan memberikan kesempatan yang luas bagi penyadang disabilitas. Pada Hari Rabu 28-06-2023

“Yaa, yaa kami dari SDI memberi apresiasi kepada panitia seleksi yang sudah memberikan kesempatan bagi para sahabat penyandang disabilitas dan sangat diharapkan agar panitia seleksi tetap objektif dalam memberikan penilaian,” tegas Lina.

Sedangkan itu beberapa waktu yang lalu, Ketua Bawaslu Rahmat Bagja menyatakan Pemilu 2024 mendatang tidak menutup kemungkinan penyelenggara pemilu ada dari penyandang disabilitas. Maka itu, dia menyampaikan menjadi tugas Bawaslu untuk memastikan sarana prasarana yang baik untuk penyandang disabilitas.

“Saya kira dengan situasi sekarang kita bisa membantu mewujudkan lingkungan yang teman-teman disabilitas bisa melakukan tugas dan fungsi sebagai penyelenggara pemilu,” jelasnya.

Bagja menyadari banyak rintangan dan keterbatasan bagi para penyandang disabilitas untuk menjadi penyelenggara pemilu. Meski demikian, dia menyatakan Bawaslu akan mempersiapkan lingkungan yang aman dan nyaman untuk para penyandang disabilitas.

“Ada disabilitas netra, teman Tuli serta daksa masing-masing teman-teman disabilitas itu kan treatment-nya akan berbeda. Ini sedang kita persiapkan karena ada yang lingkungan sudah siap menerima penyelenggara disabilitas ada yang belum ini sedang kita kembangkan,” terang magister lulusan Utrecht University, Belanda itu.

Masih terkait penyandang disabilitas, baginya pemilu ramah disabilitas merupakan sebuah keniscayaan. Maka dari itu Bagja juga meminta banyak dukungan dari berbagai pemangku kepentingan untuk mewujudkan lingkungan pemilu yang ramah disabilitas.

“Tugas Bawaslu memastikan penyandang disabilitas dapat memberikan hak suaranya saat pemilu,” katanya mengakhiri materinya.