Kapolda Jabar Minta Bidang Humas Terus Tingkatkan Sinergi dan Kolaborasi dengan Media

Fokus Kab Tasik Sosial

KAB. TASIK. FOKUSPRIANGAN.ID – Kapolda Jabar Irjen Pol Dr Akhmad Wiyagus menegaskan, bidang hubungan masyarakat (humas) di institusi Polri sangat strategis dalam menyampaikan informasi yang positif kepada masyarakat. Karena itu, ia berpesan, agar bidang humas, baik di tingkat Polda, Polres, hingga Polsek terus meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan kalangan jurnalis (media).

Menurut Kapolda, Bidang Humas nantinya diisi anggota Polri generasi kekinian yang paham betul digital.

Ia menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya pada acara Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Humas di Mapolda Jabar, Senin (26/6/23).

Rakernis diikuti para peserta dari jajaran Humas Polres se-Polda Jabar. Acara pembukaan Rakernis dihadiri Wakapolda Jabar, Brigjen Pol Bariza Sulfi, Kabid Humas, Kombes Pol Ibrahim Tompo, serta para pejabat utama.

Kapolda mengatakan, di era digital tidak ada satu pun yang bisa disembunyikan. Dulu, hal-hal yang terjadi di lingkungan internal Polri bisa disembunyikan. Tapi sekarang, imbuh dia, semuanya serba transparan.” Kita tahu media menjadi salah satu pilar demokrasi. Bicara media, humas menjadi salah satu unsur demokrasi. Salah satu unsur dari demokrasi adalah transparansi terhadap pejabat publik,”ujar Kapolda.

Era digital, lanjut Kapolda, merupakan realita yang tidak bisa terbantahkan. Karena itu, Bidang Humas nantinya diisi harus anggota Polri generasi kekinian yang paham betul akan digital, tentang coding actificial, internet oufting, hingga user real internet oufting.” Ini yang harus dipahami oleh anggota Polri. Kita bisa lihat dalam keseharian. Apa pun yang terjadi di tengah-tengah masyarakat dengan sangat mudah masyarakat mengemas kejadian itu menjadi sebuah berita yang seolah-olah dibuat oleh komunitas jurnalis,” katanya.

Kapolda juga mengingatkan, agar seluruh peserta Rakernis menyerap ilmu yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. Dalam praktinya nanti, imbuh dia, para peserta bisa mengimplementasikan ilmunya dalam tugas.” Serap ilmunya, tidak boleh boleh antikritik. Selalu berkolaborasi dengan kalangan media,’’ tandasnya.