AMUK Pertanyakan Dugaan Indikasi Ketidak Sesuaian Penyaluran KUR Kepada Masyarakat

Ekonomi dan Bisnis FOKUS SUKABUMI Sosial

Teks Photo: Ilustrasi

Pewarta: Eka Lesmana

SUKABUMI. FOKUSPRIANGAN.ID – Aliansi Mahasiswa Usut Korupsi (AMUK) mempertanyakan pelaksanaan Program Kredit Usaha Rakyat ( KUR ) di Bank Rakyat Indonesia ( BRI ) KCP Unit Sukabumi. Pasalnya program KUR bertujuan untuk mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh negeri.

KUR merupakan program kredit yang dirancang khusus untuk memberikan akses keuangan yang mudah dan terjangkau kepada UMKM, yang merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia. Selain itu, KUR juga menawarkan jangka waktu pinjaman yang fleksibel, sehingga memberikan kesempatan bagi para peminjam untuk mengatur pembayaran sesuai dengan kemampuan mereka.

Salah satu aktivis AMUK, Arnold Eka P menduga bahwa di Bank BRI KCP unit Sukabumi Barat, telah terjadi dugaan tindak pindana korupsi dan nepotisme.

“Hal itu sesuai dengan UUD No.28 tahun 1999 tentang negara yang bersih akan KKN dan UUD No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, kolusi dan nepotisme. Sebagaimana telah diubah dengan UUD No.20 tahun 2001” kata Arnold, Jumat ( 23/06/23).

Pihaknya, Ingin mempertanyakan hal tersebut. Terkait dengan dugaan indikasi ketidak sesuaian penyaluran KUR kepada masyarakat di daerah Kampung Selaerih Jalan Kola Beres RT.04/RW.07 Kelurahan Dayeuhluhur Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi. “Ada beberapa indikator yang ingin kami pertanyakan yang pertama, dugaan Pendingnya kredit 25% dari keseluruhan total kredit dan Penyaluran Kredit Usaha Mikro sebesar 10.000.000 – 25.000.000 rupiah yang terindikasi 2.000.000 – 5.000.000 Rupiah yang hilang dikarenakan penarikan secara sepihak tanpa ada konfirmasi dan ijin dari penerima Kur sebanyak 11 orang,” ujar Arnold.

Yang kedua, ucapnya, Indikasi dugaan tidak diberikan nya kartu rekening kepada nasabah penerima KUR. Kemudian ketiga, Indikasi dugaan ketidak sesuai Standar Operasional Perusahaan dengan mekanisme Permenko No 01 Tahun 2023 Terkait Pedoman Kredit Usaha Mikro. “Indikasi dugaan penerima KUR memberikan agunan namun tidak sesuai dengan dalam pedoman kur pasal 14,” kata Arnold.

Dirinya ingin mempertanyakan indikator-indikator tersebut. “Semoga pihak dari Bank BRI KC Sukabumi, bertempat di Jl. A. Yani No.38 dan bank BRI unit KCP Sukabumi Barat, bertempat di Jl. Arif Rahman Hakim No.27. memberikan klarifikasi kepada kami dan masyarakat. Jika masih tidak ada tanggapan terkait hal tersebut, maka kami akan menindak lanjuti laporan masyarakat tersebut sampai ke instansi lebih tinggi seperti Kejaksaan Negeri dan Kantor Pemberantasan Korupsi (KPK),” tegasnya.

Arnold menyebutkan, data – data tersebut merupakan hasil dari temuan di lapangan serta pengaduan dari masyarakat
Hingga Berita ini diterbitkan belum ada pernyataan atau tanggapan resmi dari pihak Bank yang bersangkutan.”Tutupnya.