Mulyono: Sambut Baik Praja Madya IPDN Yang Melaksanakan Praktek Kerja Lapangan di Sambongjaya

Fokus Kota Tasik Pemerintahan Sosial

Pewarta : H Amir

KOTA TASIK, FOKUSPRIANGAN.ID – Kehadiran Praja Madya Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXI yang melaksanakan kegiatan magang dan praktek kerja lapangan di Kelurahan Sambongjaya Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya, atas nama Pemerintah dan warga masyarakat Kelurahan Sambongjaya sangat menyambut baik dan perasaan bangga.

Ini dikatakan Lurah Sambongjays Mulyono, S.Pd saat di temui di sela-sela kegiatan penyaluran beras, Jum’at (16/06/23).

Kami merasa bangga kepada rekan-rekan Praja, karena di hari pertama sudah siap membantu legiatan Kelurahan dalam hal penyaluran beras.

“Secara teoritis, Praja Madya IPDN ini sudah dibekali ilmu Pemerintahan dan ilmu tentang kemasyarakatan yang tentunya nanti akan bisa di aplikasikan di masyarakat, terutama di dalam bagaimana cara menangani permasalahan sampah, penurunan angka, stunting dan bagaimana cara penurunan angka kemiskinan, “katanya.

Praja Alkindi salah seorang peserta yang mengikuti praktek kerja lapangan menuturkan kalau untuk fokus dirinya bersama teman-teman yang lain yang melaksanakan praktek kerja lapangan di Kelurahan Sambongjaya ini, sesuai dengan arahan dari Bapak Penjabat Wali Kota Tasikmalaya bapak Dr Cheka Virgowansyah, yang menurut beliau itu ada tiga fokus yakni di sistem aplikasi di Tasikmalaya itu yaitu Kelom terus penanganan kemiskinan dan pengawasan stunting.

Untuk penanganan kemiskinan itu sendiri, jadi karena di Tasikmalaya itu kan termasuk dua kota terbawah dari tingkat kemiskinan, kalau untuk stunting di Kota Tasikmalaya masih terbilang tinggi di Provinsi Jawa Barat.

Untuk di Kelurahan Sambongjaya sendiri, di hari pertama ini kami melakukan aktifitas membantu penyaluran bantuan sosial berupa beras kepada masyarakat, di situ kami melihat bagaimana ibu-ibu yang membawa anaknya itu sebenarnya bisa di bilang masih perlu validasi lagi untuk masalah stunting.

Karena menurut pengawasan kami, untuk keluarga yang katanya di Sambongjaya ini banyak anak stunting, itu bisaharus divalidasi lagi, karena kriteria untuk stunting itu kan ada beberapa macam lagi, tidak hanya dari tinggi atau pun berat badan secara fisik dari bayi tersebut.

Untuk penanganan kemiskinan, mungkin kami masih memerlukan beberapa data lebih lanjut dari pihak Kelurahan untuk langsung terjun ke lapangan sesuai dengan apa yang di sampaikan Bapak Penjabat Wali Kota.

“Yang penting kegiatan yang kami laksanakan di Kelurahan Sambongjaya ini kami dapat mengaplikasikan apa yang sudah kami dapatkan baik itu teori maupun conceptual dari apa yang kami dapatkan di kampus. Oleh karena itu kami diminta turun di Kelurahan Sambongjaya yang berjumlah 14 orang ini, ada outout yang kami berikan sehingga berbekas di hati masyarakat Kelurahan Sambongjaya, “paparnya.