Kronologi Balita Diduga Tertimpa Timbangan Dacin Di Posyandu Delima 14, Ini Penjelasan PLT KaDinkes Kota Sukabumi

FOKUS SUKABUMI Sosial

Teks Photo : Kantor Dinkes Kota Sukabumi

Pewarta : Eka Lesmana

SUKABUMI.FOKUSPRIANGAN.ID – Kejadian terhadap Balita perempuan berusia 4 tahun diduga tertimpa timbangan dacin saat Sub-Pekan Imunisasi (Sub-Pin) Polio di Posyandu Delima 14, Kelurahan Baros, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi. yang terjadi pada 24 mei 2023 yang lalu, ramai menjadi perbincangan, Dalam relese resmi yang ditulis oleh Dinkes Kota Sukabumi yang di terima oleh Fokuspriangan.id.

PLT Kadinkes Kota Sukabumi Reni Rosyida Muthmainnah menjelaskan, pada pukul 08.00 WIB, Sub-Pin Polio dilaksanakan di Posyandu Delima 14 oleh kader posyandu, didampingi petugas Puskesmas Baros.

“Kronologinya Pukul 10.15 WIB, balita ditimbang menggunakan timbangan dacin. Namun, tali ikat penggantung dacin diduga putus dan menimpa anak. 15 menit kemudian, balita tersebut dibawa ke Puskesmas Baros menggunakan motor orang tuanya, didampingi dua kader posyandu” ujar PLT Kadinkes dalam relese resminya, Jumat (16/06/23).

Masih menurut Reni, Kader Posyandu Delima 14 sigap menindaklanjuti insiden ini dengan mendampingi korban ke puskesmas. Hasil pemeriksaan awal Puskesmas Baros menyatakan keluhan robek pada kepala atas korban tak disertai penurunan kesadaran, muntah, demam, ataupun kejang.

“Pasien selanjutnya menjalani penjahitan luka sebanyak dua jahitan, pembersihan luka, serta diberikan terapi antibiotik dan anti nyeri. Balita tersebut juga diberikan edukasi dan diobservasi selama 1×24 jam. Apabila ada kondisi peningkatan tekanan intrakranial (muntah proyektil, pingsan, kejang dan pusing), diminta langsung menghubungi pihak puskesmas atau ke rumah sakit terdekat” terang PLT Kadinkes.

Lanjut Reni, masih di tanggal 24 Mei 2023 pukul 15.30 WIB saat anak sudah di rumahnya, kader Posyandu Delima 14 mencoba menghubungi ke rumah pasien untuk follow up kondisi terkini, tetapi pasien tidak ada di rumah dan sedang berada di rumah kakeknya.

“Kemudian besoknya 25 Mei 2023 pagi, petugas Puskesmas Baros juga melakukan follow up dengan menghubungi kader Posyandu Delima 14 melalui telepon dan mencoba berkunjung ke rumah pasien, namun diperoleh kabar anak sedang tidak di tempat” ungkapnya

Reni Kembali menjelaskan, kemudian sore harinya, kader Posyandu Delima 14 kembali mendatangi rumah balita, tetapi tidak ada.

“Pada tanggal 27 Mei 2023, pasien melakukan kontrol ke Puskesmas Baros dengan kondisi luka terlihat kering, tidak bernanah, atau rembesan darah” terangnya.

Sehari kemudian sambung Reni, kembali kader Posyandu Delima 14 berkunjung ke rumah pasien untuk follow up. Saat itu pasien ada di rumahnya dan tidak mengeluhkan apa-apa sehingga masalah sudah dianggap selesai.

“Selanjutnya agar kejadian tersebut tak terulang kembali di awal Juni 2023, Dinas Kesehatan melakukan evaluasi dan perbaikan pelayanan di Posyandu Delima 14.

Ia menambahkan, bahwa timbangan dacin masih digunakan karena belum ditemukan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) yang melarang penggunaan timbangan dacin di posyandu.

“Kemudian Tindakan Computed Tomography Scan atau CT-Scan belum dapat dilakukan terhadap pasien karena dokter menyatakan saat ini tidak ada indikasi untuk dilakukan pemeriksaan radiasi CT-Scan,” terang Dia.

Reni menegaskan, Bahwa Dinas Kesehatan akan bertanggung jawab atas kejadian ini dan segera melakukan pemeriksaan ulang secara menyeluruh bersama dokter spesialis di rumah sakit terhadap pasien untuk menentukan penanganan selanjutnya, dari penanganan sebelumnya.

“Merujuk kepada keputusan kementrian kesehatan Pada 2022, tentang standar alat antropometri sebagai pengganti timbangan dacin. Keputusan ini ditindaklanjuti Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dengan melakukan pengadaan 220 paket antropometri melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik. Sebanyak 220 paket antropometri tersebut sudah didistribusikan. Sementara untuk kekurangannya sudah diajukan ke kementerian pada 31 Januari 2023,” sebutnya.

Kembali Dia menjelaskan, Keputusan Menteri Kesehatan soal antropometri menyebutkan apabila tidak tersedia alat ukur berat badan digital, maka dapat menggunakan dacin.

“Dinas Kesehatan memastikan ini merupakan kejadian pertama di wilayah kerja Puskesms Baros. Advokasi dan tindak lanjut sudah dilakukan antara Dinas Kesehatan, aparat wilayah, dan kedua orang tua balita,” pungkas Plt KaDinkes Kota Sukabumi Reni Rosyida Muthmainnah.