Palsukan Identitas 2 ABG Dalam Jaringan TPPO, RA Pegawai Honorer Disdukcatpil Kabupaten Sukabumi Diciduk Polisi

FOKUS SUKABUMI Hukum dan Kriminal

Pewarta: Rusdi

SUKABUMI. FOKUSPRIANGAN.ID – Polisi berhasil menciduk RA oknum pegawai honorer Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sukabumi. Dia kedapatan memalsukan identitas dua orang ABG perempuan yang masih dibawah umur.

Ulah RA itu bermula dari terungkapnya jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang melibatkan dua korban yang masih berstatus di bawah umur.

Selain RA, ada lima orang lainnya yang terlibat memperdagangkan korban.
“Para pelaku dalam kasus ini sebanyak enam orang dengan berbagai peranan, mulai dari S (41) sebagai perekrut, ER (50) membantu pengurusan dokumen (yang sudah) dipalsukan milik korban,” kata Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede kepada awak media, Selasa (13/6/23).

Terkait RA yang merupakan pegawai honorer di Disdukcapil berperan memalsukan usia korban. Diketahui dua orang korban masih berusia 15 dan 16 tahun, keduanya asal Kabupaten Sukabumi.
Maruly mengatakan, RA berperan membantu pengurusan dokumen palsu. “RA dibantu oleh MY (62) dalam pengurusan dokumen, berikutnya lalu tersangka U (47) perannya membantu mengantarkan proses medical check up statusnya DPO lalu APS (54) yang memproses pemberangkatan dari Sukabumi sampai Timur Tengah, saat ini yang bersangkutan juga masih dalam pengejaran petugas,” ungkap Maruly.

Menurutnya, peranan RA dalam jejaring TPPO itu sangat vital, pasalnya, RA sebagai operator Disdukcapil mempermudah proses perubahan nama dan usia korban sehingga memenuhi syarat untuk bekerja sebagai buruh migran di Arab Saudi.

Maruly menjelaskan kedua korban sudah diberangkatkan ke Arab Saudi, setelah mendapat informasi soal itu polisi kemudian bersama Satgas TPPO Pemerintah Kabupaten Sukabumi saat ini memproses kepulangan korban. Satu korban berusia 16 tahun berhasil dipulangkan, kini korban yang masih berusia 15 tahun masih dalam proses koordinasi sejumlah pihak.

Sementara itu, korban yang berusia 16 tahun sudah kita pulangkan dari Arab Saudi ke Indonesia, sementara satu lagi korban yang berusia 15 tahun masih dalam upaya kordinasi dengan instansi terkait untuk upaya pemulangan, kedua korban ini terhitung sudah 1 tahun di Arab Saudi.
“Para pelaku diterapkan pasal 2 ayat 1 dan ayat 2 dan atau pasal 6 UU RI no 21 tahun 2007 tentang pemberantasan TPPO dan untuk ancaman pidana paling lama 15 tahun atau denda paling banyak Rp 600 juta,” tandasnya.