Ustadz. Ahab Sihabudin: Ormas Harus Melahirkan Seorang Pemimpin Bangsa

Fokus Jabar Sosial

Pewarta : Aep Saepudin

KAB. GARUT. FOKUSPRIANGAN.ID – Bertempat di Masjid Almadinah Cibatu, Ahad, 11 Juni 2023, Ratusan anggota dan Pengurus PCM Cibatu mengikuti pengajian rutin bulanan dengan meghadirkan Mubaligh Ustadz. Ahab Sihabudin dengan Ustadz. Daos Rosyadi.

Dalam tausiyahnya Ustadz. H. Ahab Suhabudin, SHi mengatakan, “Saya
Sangat bersyukur bisa hadir pada pengajian PCM Cibatu, untuk bersilaturahmi selaku warga Muhammadiyah dimana saya adalah bagian dari anggota Muhammadiyah yang lahir dan di besarkan di PCM Muhammadiyah Panawuan Kec. Tarogong Kidul.” Ungkapnya.

Selanjutnya Ustadz. Ahab Suhabudin yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat mengutarakan, “Apakah islam di Indonesia itu sudah maju, berkembang atau bagaimana..?
Demikian pula dengan Parpolnya apakah sudah maju .? Dimana kalau kita membaca dan melihat perkembangan pada saat pendirian NKRI, Peran Partai Islam pada tahun 1955 sangat mendominasi, jumlahnya mencapai 45%, kemudian pada tahun 2014 turun menjadi 32%, lalu tahun 2019 turun lagi jadi 27,5%, maka ini semua harus menjadi renungan kita bersama, demikian pula sentimen tentang ke ormasan, mengalami penurunan, tapi masih bersifat subjektif, dulu orang pada bangga dengan Almamater Ke-Muhammadiyahan, Ke NUan, Ke Persisan dan ormas islam lainnya, tapi pada saat sekarang mengalami kemunduran juga, Saya tidak rido ormas islam pada akhirnya hilang di NKRI.” Tandasnya.

Lebih lanjut politisi dari PKS ini, mengutarakan tentang peran Parpol Islam yang belum juga bisa bersatu, padahal yang menginspirasi lahirnya Muhammadiyah, Persis, SI, NU dan ormas islam lainnya adalah para pendiri NKRI.

Maka harus lahir Produck dari Muhammadiyah, NU, Persis dan Ormas Islam lainnya, Dulu Muhammadiyah telah mencetak SDM yang hebat seperti Presiden Soekarno, Jendral Sudirman, Kasman Singodimejo, maka harus lahir calon-calon Pemimpin Bangsa dari Kader Muhammadiyah, dari PERSIS telah melahirkan Muhammad Nasir, NU melahirkan Wahid Hasyim, SI melahirkan Agus Salim dan masih banyak pendiri bangsa yang lahir dari Ormas. Cetusnya.

Kelahiran Bangsa Indonesia, sangat matang dan dipersiapkan dengan baik oleh para pendiri bangsa, kita sudah punya dasar negara Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, Lagu Kebangsaan, Bendera Merah Putih sudah disiapkan semuanya, untuk mottonya semuanya juga menggunakan dasar/dalil dari Al-Qur’an.

Alhamdulilah Muhammadiyah merupakan ormas yang paling banyak menghibahkan kadernya kepada Negara. Demikian pula dengan kader ormas yang lainnya, untuk itu antar Ormas harus rukun, akrab dan harmonis. Paparnya penuh harap.

“KH. Ahmad Dahlan ketika menjadi Ketua PP Muhammadiyah beliau sekaligus menjabat sebagai pimpinan ranting SI Jogya.

Hampir semua orang bercita-cita agar anak-anaknya kelak menjadi kiyai/ustadz/ulama, padahal sebenarnya tugas pokok manusia itu adalah jadi Pemimpin di muka bumi.” Tuturnya.

Ibadah merupakan amalan yang ringan dan tidak ada tantangan, perintah ibadah utamanya untuk Jin, tapi karena Manusia lebih mulya dari Jin, maka ibadahnya harus baik daripada jin, sedangkan tugas pokok utama Munusia adalah sebagai Pemimpin. Ingat Firman Allah dalam surat Fathir ayat 39, menjelaskan bahwa “Barangsiapa yang tidak ingin dan bercita-cita menjadi pemimpin dimuka bumi maka di golongkan kepada orang kafir.” Ujarnya.

“Target dari para pemimpin bangsa adalah mencetak pemimpin sebagai generasi pelanjut kepemimpinan di muka bumi, Nabi Muhammad SAW hanya sekali mendo’akan agar faham tentang fiqih keagamaan yaitu kepada Ibnu Abbas, selain itu Nabi mendo’akan agar menjadi pemimpin.” Imbuhya.

Muhammadiyah lahir dari surat al-maun yaitu untuk melayani umat/masyarakat/rakyat atau menjadi Pemimpin yang bertugas untuk memberikan kesejahteraan dan rasa aman. Piagam Madinah memuat tentang kebebasan beribadah, rasa aman dan terpenuhi kebutuhan hidup. Untuk itu kita harus berupaya agar semakin hari semakin dekat kepada Allah, semakin aman dan semakin sejahtera. Sahut Kang Ahab mengakhiri pembicaraan.

Sementara Ustadz. H. Daos Rosyadi selaku Anggota MTDK Muhammadiyah Garut, menguatkan apa yang telah disampaikan oleh Ustadz. Ahab Suhabudin, “ibu-ibu yang barusan kita dengar adalah bagian dari ngaji, kita tidak boleh alergi di masjid berbicara politik, justru kalau umat islam ingin diberdayakan dan di perhatikan Dina ibadah harus sesuai dengan yang telah di contohkan oleh Rasulullah.” Ungkapnya.

Selanjutnya Ustadz. Daos Mengutarakan tentang kewajiban kita sebagai pemimpin dimuka bumi, maka kita harus mendorong dan menghantarkan orang-orang Muhammadiyah yang jadi politisi untuk menjadi wakil rakyat di DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, Kita tidak boleh alergi politik, justru umat Islam harus melek politik biar cerdas dalam memilih pemimpin yang terbaik dari yang baik, Sementara dalam beribadah harus sesuai dengan yang telah di contohkan oleh Rasulullah. Sedangkan tanda ibadahnya di terima oleh Allah, akan ada kepuasan bathin dalam melakukan ibadah baik ibadah mahdoh maupun goer mahdhoh.” Katanya.

Maka sebagai muslim sejati kita harus sering berdo’a setiap hari untuk keselamatan di dunia dan di akhirat.” Pungkas Ustadz H. Daos sangat singkat dan padat.