Kemenag Kab.Tasikmalaya Gelar Dialog Interaktif. Ini Kata Ketua FKDT

Fokus Kab Tasik Sosial

Pewarta:Wawan/Iwan

KAB.TASIK. FOKUSPRIANGAN.ID – Kementrian Agama Kabupaten Tasikmalaya laksanakan dialog interaktif fungsi dan peran madrasah diniyah takmiliyah dalam perspektif kebijakan pemerintah daerah untuk pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya yang bertempat digedung Islamic Centre. Rabu (31/05/2023).

Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Tasikmalaya Drs. H. Suryana, M.Si., menjelaskan poin penting dalam acara ini adalah ingin menyamakan visi dan persepsi tentang penting atau tidaknya madrasah diniyah di masyarakat, yang artinya apakah madrasah diniyah perlu dipertahankan dilanjutkan ditingkatkan atau tidak,”jelasnya.

Dan kalau madrasah diniyah ini sebagai bemper sebagai pertahanan mental spiritual moral masyarakat, sementara Forum komunikasi diniyah takmiliyah (FKDT) tidak mempunyai masyarakat tidak punya warga jadi secara logika siapa yang harus bertanggungjawab terhadap masyarakat dan yang pastinya yaitu pemerintah,”ungkapnya.

Lanjut H.Suryana bagi FKDT sendiri tidak berbicara kebijakan itu adalah uang, Tetapi kebijakan itu mendorong untuk semua komponen ikut bertanggungjawab sehingga nantinya bisa tanggung renteng atau bersama sama yang didalamnya itu ada pemerintah masyarakat serta FKDT sendiri, misalnya saat ini kebijakan pemerintah bahwa pendidikan agama melalui madrasah diniyah sangat dipentingkan untuk mempertahankan nilai nilai moral nilai nilai mentalitas keagamaan bagi masyarakat dan mestinya seperti itu kebijakannya,” tegasnya.

Ditambahkan H.Suryana bahwasanya Dinas Pendidikan dan Kemenag yang mempunyai sekolah memerintahkan murid untuk mengikuti pendidikan di madrasah diniyah, sehingga nantinya setelah lulus disekolah formal SD, MI, tsanawiyah ataupun SMP selanjutnya diserahkan secara sistem kepada madrasah diniyah. Contoh diserahkan secara sistem seperti ijazah nya dijadikan persyaratan masuk SMP, Nilai hariannya dijadikan bagian dari pendidikan agama mungkin seperti itu sebagai bahan contoh dan itu bertanggungjawab nya dinas pendidikan.

ketika regulasi sudah bisa berjalan seperti itu nanti masyarakat akan mengerahkan anaknya untuk masuk ke diniyah, Dan dari sinilah akan menjadi nilai kebersamaan serta petingnya akan pendidikan agama,”pungkasnya.