Peringati Hari Kebangkitan Nasional, FAHMI TAMAMI Garut Gelar Silaturahmi Bersama KH. Cecep Abdul Halim, Lc

Fokus Jabar Sosial

Pewarta : Team Garut

KAB.GARUT. FOKUSPRIANGAN.ID – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, MPC FAHMI TAMAMI Kab. Garut menggelar acara SILATURAHIM GERAKAN DAKWAH DAN KEWIRAUSAHAAN EKONOMI SYARIAH dengan menghadirkan Mubaligh KH. Cecep Abdul Halim, Lc Pimpinan Pondok Pesantren Al-Bayinah Garut.

Acara tersebut di gelar pada hari Jum’at sore, 26/05/2023 yang di hadiri oleh ratusan orang baik dari Pengurus FAHMI TAMAMI, Tamu Undangan maupun Jama’ah Masjid Daarut Taubah Fastabiqul Khairat sehingga tumpah keluar halaman Masjid.

Dalam laporannya Aep Saepudin, S.Ag selaku Ketua FAHMI TAMAMI Garut mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada KH. Cecep Abdul Halim yang telah berkenan hadir untuk memberikan pencerahan dan pencerdasan kepada pengurus dan anggota FAHMI TAMAMI serta kaum muslimin dan muslimat supaya senantiasa patuh dan taat kepada Allah SWT melaksanakannya PerintahNya dan menjauhi laranganNya. Ucapnya.

Selanjutnya di Jelaskan Aep Saepudin bahwa berdasarkan hasil musyawarah pengurus dan sebagai pengejewantahan dari program kerja, pada hari ini di gelar acara Silaturahim Gerakan Dakwah dan Kewirausahaan Ekonomi Syari’ah yang bertujuan untuk memakmurkan masjid dan menccerdaskan umat Islam sehingga bisa melek politik untuk memilih pemimpin bangsa Indonesia yang sebentar lagi mau di laksanakan PEMILU untuk memilih anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, memilih calon Anggota DPD RI serta memilih Calon Presiden/Wakil Presiden. Ungkapnya.

“Sebagai seorang muslim kita wajib memilih pemimpin yang benar-benar tahu karakter dan track recordnya, kita jangan tergiur dengan money politics, salurkan aspirasi sesuai hati nurani dengan melihat kriteria/sifat nya yaitu memiliki sifat Amanah, Nasionalis, Islami, Enterpreneur dan Sederhana juga memiliki sifat kenabi-an yaitu Sidik, Amanah, Pathonah dan Tabligh.” Cetus Bung Aep penuh semangat.

Drs. H. Fadhil Suharto, M.Pd selaku Ketua Dewan Penasihat FAHMI TAMAMI mengatakan bahwa sebagai muslim sejati wajib untuk saling mengingatkan agar umat islam untuk senantiasa melakukan shalat lima waktu di Masjid, selalu tepat waktu dan berjama’ah, kami melihat banyak di luar sana, saudara-saudara kita belum mampu melaksanakan shalat fardu, padahal kita semua tahu hukum shalat itu adalah Wajib.” Ujarnya Tegas.

Lebih lanjut di katakan H. Fadhil Suharto yang juga menjabat sebagai Ketua DKM Daarut Taubah bahwa ciri-ciri orang yang beriman dan bertaqwa itu adalah selalu memakmurkan masjid dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian rutin harian, mingguan dan bulanan, alhamdulilah sekarang bisa menggelar Pengajian Akbar dengan menghadirkan Mubaligh KH. Cecep Abdul Halim, Lc, mudah-mudahan dapat memberikan pencerahan dan pencerdasan bagi kita semua sehingga kita sebagai khalifah di muka bumi senantiasa mengabdi dan beribadah kepada Allah SWT sebagaimana firmannya, Wama Khalaqtul Zinna wal Insan iIla Liya’budun.”Tandasnya.

Sementara Pimpinan Pontren Al-Bayinah Garut, KH Cecep Abdul Halim, Lc dalam tausiyahnya menjelaskan tentang Wajibnya shalat berjamaah di masjid bagi kaum laki-laki serta Wajib memilih calon pemimpin bangsa Indonesia dengan menggunakan hak pilihnya untuk memilih Calon Wakil Rakyat dan memilih Capres yang Terbaik dari yang baik.” Ungkapnya

“Ajaran Islam telah memberikan penjelasan tentang kriteria dalam memilih pemimpin, Kriterianya adalah memilih Pemimpin yang Terbaik, memiliki sifat-sifat Kenabi-an serta berakhlak mulia sehingga menjadi panutan bagi rakyatnya.

Seorang Pemimpin harus memiliki sifat jujur, adil, tegas, sabar, dan konsisten dalam menjalankan roda pemerintahan nya, selalu menjunjung tinggi kebebasan dalam menyampaikan pendapat baik secara lisan, tulisan dan perbuatan, sesuai yang telah di lakukan/dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.” Ungkapnya penuh bijaksana.

Dalam uraian terakhirnya KH. Cecep Abdul Halim, Lc yang merupakan putra dari alm. KH. Anwar Musaddad yang merupakan salahsatu tokoh pahlawan nasional, mengatakan, “Amanat saya, hati-hati dalam memilih pemimpin, jangan sampai memilih pemimpin yang bisa menyengsarakan rakyat, pemimpin yang dzalim yang suka mengintimidasi para kiyai/alim ulama serta selalu menghambat proses demokrasi, PEMILU harus di lakukan secara langsung umum, bebas rahasia, jujur dan adil bagi seluruh rakyat Indonesia.” Pungkasnya.