Peran Polri Dalam Sukseskan Pengamanan KTT ASEAN 2023 di Labuan Bajo

Nasional Sosial

Pewarta: Agus Yogi / Humas Polri

LABUAN BAJO. FOKUSPRIANGAN.ID – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN 2023, yang diadakan di Labuan Bajo NTT, Indonesia selama tiga hari, telah berakhir dengan sukses. Hal tersebut juga disampaikan oleh Bapak Presiden RI Joko Widodo usai pelaksanaan KTT, bahwa rangkaian konfernsi para pemimpin negara-negara ASEAN telah berjalan dengan lancar, pada Kamis (11/5/2023) sore.

Konferensi Tingkat Tinggi ini adalah salah satu acara paling penting dalam sejarah ASEAN, yang melibatkan pemimpin dari sebelas negara anggota ASEAN.

Selain itu, konferensi juga menghasilkan berbagai rekomendasi yang baik, dalam rangka mendorong kawasan ASEAN yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan, serta memperkuat ketahanan ekonomi ASEAN. Upaya tersebut sejalan dengan tema yang diusung dalam Keketuaan Indonesia ASEAN Matters: Epicentrum of Growth.

Adapun Konferensi Tingkat Tinggi ke-42 ASEAN digelar pada 9-11 Mei 2023 di dua lokasi yakni Hotel Meruorah Labuan Bajo dan Hotel Ayana Labuan Bajo.

Kesuksesan KTT ASEAN 2023 juga didukung oleh kesiapan yang matang dari pemerintah Indonesia, serta sinergitas TNI – Polri yang telah menyiapkan pengamanan dengan maksimal, baik dalam bentuk infrastruktur dan fasilitas lainnya yang memadai.

Disiapkannya pusat kendali operasi 91 Command Center oleh Polri di Labuan Bajo juga merupakan wujud dari lancarnya pengamanan dan pengawasan kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Labuan Bajo, dimana kendali tersebut mencakup hingga anggota jajaran lalu lintas, densus dan siber dalam melakukan pemantauan serta koordinasi situasi di lapangan dalam melaksanakan gakkum khususnya ketika terjadinya aksi aspirasi masyarakat sehingga berjalan tertib.

Kepala Kepolisiian Negara Republik Indonesia, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menyampaikan, “Kita memiliki 8 satgas, dimana masing-masing satgas memahami apa yang menjadi tugasnya. Kemudian juga kita siapkan pusat kendali 91 Command Center. Di sisi lain, kita juga ada Command Center untuk jajaran lalu lintas secara khusus, kemudian dari jajaran siber di satgas gakkum yang bertugas untuk memantau apakah ada serangan siber serta rekan-rekan densus juga memiliki.

Selain itu, dalam menjaga keamanan perhelatan KTT ASEAN kali ini, Polri telah mengerahkan ribuan personel. Berbagai tugas dan peranan juga sudah dibagikan mencakup pengamanan kawasan serta wilayah.

Namun, dibalik suksesnya Polri dalam pengamanan KTT ASEAN 2023 di Labuan Bajo, terdapat teknologi canggih yang digunakan dalam mendukung pengamanan dan pengawasan yang digunakan seluruh personel di lapangan yaitu penggunaan teknologi perangkat Body Worn.

Penggunaan Body Worn dalam pergelaran KTT ASEAN 2023 sangat diandalkan dalam melaksanakan fungsi pengawalan dan pengamanan rute atau jalur para tamu negara / delegasi mulai dari jalur kedatangan, lokasi venue hingga kepulangan.

Body Worn yang terintegrasi dengan 91 Command Center tersebut dapat melakukan management dan rekayasa lalu lintas agar aktifitas masyarakat tetap bisa berjalan dengan baik.

Selain itu, Body Worn juga dapat di remote / dijadikan kamera mobile untuk memonitoring daerah-daerah yang tidak tercover CCTV, sehingga daerah yang tidak tercover CCTV tersebut juga dapat termonitor langsung di 91 Command Center.

Dalam penggunaan darurat, Body Worn juga dapat menggunakan fitur Video Stream 2 arah, dimana dapat membantu personel dalam melaporkan kejadian di lokasi yang sulit sinyal seperti di daerah perairan, dengan demikian personel dapat menerima komando dengan jelas dari pusat dan pusat kendali dapat melakukan pengendalian melalui 91 Command Center.

Secara spesifik, Body Worn Polri yang digunakan dalam pengamanan KTT ASEAN di Labuan Bajo merupakan perangkat yang dirancang untuk manajemen pemetaan, pemolaan, pelayanan, bahkan untuk penanganan situasi saat emergency. Teknologi Body Worn tersebut juga mampu merekam peristiwa secara realtime yang terintegrasi dengan 91 Command Center.

Teknologi menjadi solusi dalam menghadapi komplesitas Polri dalam malakukan rangkaian pengamanan, sehingga teknologi-teknologi pendukung ini dapat membantu dalam menentukan keputusan penting yang dapat berdampak positif bagi keamanan di kawasan KTT ASEAN.

“Kita lihat dari rangkaian pengamanan sebelumnya, yaitu KTT G20 (di Bali), dan sekarang KTT ASEAN, banyak keputusan-keputusan penting yang tentunya akan berdampak positif bagi masyarakat dikawasan ASEAN khususnya masyarakat Indonesia dan khususnya wilayah labuan bajo sendiri sabagai salah satu destinasi wisata.” Ujar Kapolri.