Pesan Ketua PC PMII Kota Tasikmalaya Kepada Penjabat Wali Kota Pada Kegiatan Halal Bi Halal dan FGD Ormas dan LSM

Fokus Kota Tasik Sosial

Redaksi

KOTA TASIK, FOKUSPRIANGAN.ID – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tasikmalaya untuk ke sekian kalinya mengadakan kegiatan Forum Group Diskusi (FGD) bersama Ormas dan LSM Se-Kota Tasikmalaya, namun sangat disayangkan di setiap kegiatan tersebut Penjabat Wali Kota Tasikmalaya selalu berhalangan hadir dan selalu diwakilkan.

Tentulah ketidak hadiran orang no 1 di Kota Tasikmalaya di acara FGD tersebut mengundang pertanyaan besar para Ketua Ormas dan LSM Se-Kota Tasikmalaya yang menghadiri kegiatan FGD.

Seperti yang di utarakan Ketua PC PMII Kota Tasikmalaya Muhammad Satriana Ilham yang akrab disapa Boy di kegiatan halal bi halal dan Forum Group Diskusi Ormas dan LSM Se-Kota Tasikmalaya dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya di salah satu hotel Jalan RE Martadinata Kota Tasikmalaya, Kamis (04/05/23).

Kegiatan ini sudah kesekian kalinya diadakan Kesbangpol, tapi entah mengapa Penjabat Wali Kota Tasikmalaya Bapak Dr Cheka Virgowansyah,S.STP.,ME selalu saja mewakilkan.

Untuk menangani beragam persoalan di Kota Tasikmalaya, tidak hanya cukup hanya dengan teori saja, tetapi juga harus mengerti dan faham kondisi di lapangan itu seperti apa.

Kemajuan satu wilayah, kata dia, tidak hanya dipengaruhi oleh sosok pemimpin nya saja. Seorang Pj Wali Kota itu harus memahami, bahwa untuk memajukan Kota Tasikmalaya itu mesti melibatkan berbagai instrumen.

Maksudnya, LSM, Ormas, Organisasi Mahasiswa, OKP dan lainnya, juga punya hak dalam memberikan ide serta gagasan untuk pembangunan dan kemajuan Kota Tasikmalaya.

Sebetulnya kita hanya ingin menyampaikan apa yang menjadi aspirasi yang mungkin Pj Wali Kota tidak bisa mengakses kesana. Kalau menghindar seperti ini, dengan kata lain ide dan gagasan kami ini tidak diterima, bahkan cenderung tidak dihargai.

Padahal, Ormas, LSM, OKP, Organisasi mahasiswa dan lainnya, punya niat dan’ itikad untuk sama sama memajukan Kota Tasikmalaya.

Pj Wali Kota ini, kesannya, entah dia itu memang alergi, tidak ada keberanian, atau pemahamannya baru sampai ketingkatan teori saja, tidak sampai ketingkat lapangan. Kami melihat, Pj Wali Kota ini diduga tidak memiliki kualitas kepemimpinan yang baik.

Kepemimpinan yang baik, selain dia menguasai teori, seorang pemimpin juga harus cerdas melihat permasalahan yang ada di masyarakat dengan cara turun langsung.

“Seorang pemimpin itu harus bisa menaungi semua organisasi, harus bisa menampung semua aspirasi dari masyarakat. Ini merupakan bentuk demokrasi dan kebebasan berpikir, ini juga bentuk berjamaah untuk kebaikan. Saya yakin kawan kawan dari Ormas, LSM dan lainnya punya niat dan ‘itikad yang baik untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Tasikmalaya,ini harus di hargai, di apresiasi, jangan sampai forum seperti ini malah di hindari,” tegasnya.