Jalan Abdul Muis di Kecamatan Sukaraja Sudah Puluhan Tahun Dibiarkan Rusak, Warga Minta di Perbaiki

Fokus Kab Tasik Sosial

Pewarta: Wawan/Iwan

KAB.TASIK. FOKUSPRIANGAN.ID – Sungguh ironis nasib jalab Abdul Muis di Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya ini, pasalnya sejak tahun 2008 jalan tersebut tidak kunjung mendapat sentuhan dan perhatian Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, sehingga jalan tersebut mengalami kerusakan yang awet.

Tak heran bila jalurnya dipenuhi lobang besar, batu besar nan tajam dan tentu sangat memprihatinkan, air yang menggenang dan sangat licin jika kendaraan roda dua atau roda empat melintas jalan tersebut.

Kondisi lebih parah lagi ketika turun hujan sangat menyulitkan dan membahayakan bagi keselamatan masyarakat ketika beraktivitas. Salah seorang warga yang tidak mau disebut namanya mengatakan, kalau kondisi jalan tersebur makin parah. “Rasanya miris dan tak percaya melihat jalan yang berstatus sebagai jalan kabupaten namun tidak mendapatkan sentuhan dan perhatian sama sekali oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya,” ujarnya kepada FokusPriangan.id.

Menurutnya, Jalan Abdul Muis merupakan jalur utama bagi masyarakat Desa Barumekar dan Desa Sirnajaya Kecamatan Sukaraja untuk menuju perkotaan.
“Apalagi jalan tersebut sangat berpengaruh terhadap laju ekonomi masyarakat, semangat juang dalam menjalankan pendidikan bagi anak anak, dan menambah kenyamanan pelayanan kesehatan bagi orang sakit,” ucapnya.
Namun yang terjadi saat ini, kata dia, harga pokok yang semakin naik karena jalur utama menuju pusat pembelanjaan yang semakin parah. “Menurunnya minat dari para generasi untuk melanjutkan pendidikan dikarenakan akses jalan, memberikan pelayanan kesehatan bagi orang sakit semakin sulit,” kata dia.

Sementara itu, Mujib mengatakan Pemkab Tasikmalaya seolah olah tutup mata dengan keadaan akses jalan yang sangat buruk sekali. “Beberapa kali ganti bupati namun tak pernah ada perbaikan sampai detik ini,” ungkap Mujib kepada FokusPriangan.id, Selasa (2/5/23).

Berdasarkan Badan pusat statistik (BPS) IPM ataupun Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Tasikmalaya berada diurutan kedua terakhir setelah Cianjur. “Salah satu indikatornya dari segi umur panjang dan hidup sehat (kesehatan), pengetahuan (pendidikan) standar hidup layak (pemerataan) kita ketahui bahwa akses jalan adalah salah satu pendongkrak hal tersebut karena sebagian jalur utama yang terkait dengan hal apapun,” kata Mujib.

Menurutnya, melihat kondisi saat ini warga sangat tak berdaya dan hanya menerima kenyataan alias terpaksa memanfaatkan jalur satu-satunya akses jalan tersebut baik dalam menunjang perekonomian, kesehatan, pendidikan.

Hal senada dikatakan Asep salah seorang warga lainnya, upaya berupa penyampaian aspirasi baik ke Pemerintah, termasuk aspirasi melalui anggota DPRD tak pernah tembus dan tak kunjung ada tindak lanjut yang jelas. “Kami berharap Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bisa benar benar terbuka melihat fenomena yang terjadi di kabupaten Tasikmalaya dalam pemerataan struktur dibidang jalan, masih banyak masyarakat yang tidak merasakan. Jangan sampai masyarakat hanya dilibatkan dalam momentum politik saja, Pilpres, Pilkada dan Pileg, bila tidak bisa memenuhi kebutuhan paling Pokok bagi masyarakat,” tandasnya.