May Day Dalam Perspektif Aktivis Perempuan GMNI Sukabumi Raya

FOKUS SUKABUMI Sosial

Teks Photo : Septi Laila Anjani Saat Sedang Orasi

Pewarta : Eka Lesmana

SUKABUMI.FOKUSPRIANGAN.ID – May Day atau hari buruh yang bertepatan dengan hari ini Senin 1 Mei diperingati sebagai sebuah sejarah yang penting terutama kepada para pekerja dan gerakan buruh internasional. May day Mengingatkan kita akan pentingnya Perjuangan kaum buruh untuk mencapai kesejahteran dan keadilan sosial bagi seluruh Rakyat.

Mengingatkan Kembali dengan sejarah kaum buruh yang memperjuangkan akan hak- haknya dimulai di amerika serikat, Pada abad 19. Pada Puncak Revolusi Industri, Ribuan Pria perempuan, dan anak-anak meninggal Setiap tahunnya karena kondisi kerja yang buruk dan jam kerja yang panjang setiap tahunya.Untuk mengakhiri kondisi yang tidak manusiawi itu, Federasi Perdagangan Terorganisir dan Serikat Buruh-kemudian berubah Federasi Buruh Amerika, atau AFL-mengadakan konvensi di Chicago pada tahun 1884. FOTLU menuntut delapan jam kerja untuk para buruh.

Menurut Ketua DPK UNSP Gmni Sukabumi Raya Septi Laila Anjani menjelaskan. Di Indonesia pun ini diatur pada Pasal 77 ayat (1) dan (2) UU No. 13/2003 jo. UU No. 21/2020 dan pasal 21 ayat (2) Peraturan Pemerintah No. 35/2021 mewajibkan setiap pengusaha untuk melaksanakan ketentuan jam kerja. Ketentuan jam kerja ini telah diatur dalam 2 sistem seperti yang telah disebutkan diatas yaitu:

“7 jam kerja dalam 1 hari atau 40 jam kerja dalam 1 minggu untuk 6 hari kerja dalam 1 minggu; atau 8 jam kerja dalam 1 hari atau 40 jam kerja dalam 1 minggu untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu. Ketentuan waktu kerja diatas hanya mengatur batas waktu kerja untuk 7 atau 8 sehari dan 40 jam seminggu dan tidak mengatur kapan waktu atau jam kerja dimulai dan berakhir” ungkapnya, Senin (01/05/2023).

Masih menurut Septi, Para buruh didunia hari ini tengah memperingati may day atau hari buruh, di Indonesia sendiri sejumlah pekerja melakukan aksi turun kelapangan untuk memperingati hari buruh 2023, tepatnya di Jakarta dipusatkan di istana Senayan GBK Jakarta.

Ada 7 tuntutan buruh dalam peringatan mayday atau hari buruh 1 Mei 2023 :

1. Cabut Omnibus Law UU No 6 Tahun 2023 tentang Ciptaker.
2. Cabut parliamentary threshold 4 persen dan Presidential threshold 20 persen karena membahayakan demokrasi.
3. Sahkan RUU DPR dan perlindungan pekerja rumah tangga.
4. Tolak RUU Kesehatan, Reforma agraria dan
kedaulatan pangan.
5. Tolak bank tanah, tolak impor beras kedelai dan lain-lain.
6. Pilih capres yang pro buruh dan kelas pekerja. Partai buruh haram hukumnya berkoalisi dengan parpol yang mengesahkan UU Cipta Kerja.
7. HOSTUM, Hapus Outsourcing Tolak Upah Murah.

Ia menambahkan, Berikut 7 tuntutan para pekerja yang terus memperjuangkan akan hak-haknya, Melihat disukabumi sendiri Masih banyak permasalahan -permasalahan yang harus benahi oleh pemerintah itu sendiri.

“Sampai saat ini masih banyak buruh di Sukabumi yang bekerja dengan minimal perlindungan berupa tidak punya kepastian bekerja karena sistem kerja kontrak seumur hidup, tidak mendapatkan perlindungan atau jaminan sosial, perlindungan upah yang tidak jelas, perlindungan dan keselamatan kerja yang minim dan sebagainya,” ujarnya.

Di katakan Septi, Sukabumi sama – sama mendesak pemerintah untuk segera mencabut Omnibus Law UU Cipta Kerja. Karena UU Cipta Kerja itu sangat merugikan buruh dan bisa berdampak pada terjadinya pemiskinan struktural terhadap kaum buruh. dan disukabumi sendiri ada kekhawatiran mengenai jomplangnya angkatan kerja laki-laki yang diserap di dunia kerja atau perusahaan yang ada di Kabupaten Sukabumi.

“Karena kalo tidak segera dicarikan jalan keluar dikhawatirkan akan menimbulkan dampak sosial yang luas dengan meningkatnya jumlah pengangguran dan masalah sosial lainnya. melihat di daerah Sukabumi banyak sekali perusahaan industri pabrik yang dimana mayoritas mempekerjakan perempuan,” terangnya.

Lebih jauh Septi mengatakan, Dalam praktiknya masih terdapat keluhan dari karyawan, terutama karyawan perempuan. Salah satu tuduhannya adalah adanya diskriminasi ketika orang dibayar untuk pekerjaan yang sama dan waktu yang sama. Fakta bahwa Indonesia meratifikasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan (CEDAW) sepertinya sudah dilupakan.

” Hal ini tercermin dari penetapan upah minimum regional (UMR) yang dijadikan standar bagi laki-laki yang hidup seumur hidup dan memiliki kebutuhan yang berbeda dengan pekerja/karyawan perempuan. Setiap perempuan memiliki hak-hak khusus yang harus dipenuhi dan dilindungi oleh undang-undang, namun dalam praktiknya banyak juga permasalahan yang dialami oleh pekerja perempuan, salah satunya adalah perempuan yang sedang menstruasi dapat melanjutkan pekerjaannya secara normal tanpa terganggu, namun ketika kondisi fisiknya tidak bisa, maka tidak menjadi persoalan,” katanya.

Lanjut Septi, hal demikian tertuang dalam Pasal 18 ayat (1) Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan “Pekerja/buruh wanita yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu haid.

“Di Indonesia ada seorang perempuan hebat aktivis perjuang hak-hak buruh saat itu yang bernama Marsinah dia ialah perempuan yang berani menyuarakan hak-haknya yang direnggut dan tidak adil,Perjuangan Marsinah pun terpaksa terhenti setelah ia diculik, disiksa, diperkosa, hingga dibunuh pada 8 Mei 1993,” terangnya

Maka dengan demikian sambung Septi, terlihat bahwa perempuan pekerja juga harus kita perhatikan.Dari marsinah kisah heroik perempuan pekerja sebelumnya, masuknya perempuan ke dalam sektor industri sebagai pekerja tidak bisa dikatakan sebagai manifestasi dari peradaban perempuan yang lebih maju.

” Meski akses perempuan terhadap kesempatan kerja mulai terbuka, belum terlihat sebagai emansipasi perempuan, namun bekerja merupakan bentuk ketidakberdayaan dalam menghadapi tekanan ekonomi yang melemahkannya. Buruh tidak harus menjual jasanya kepada kapitalis, tetapi mereka juga harus bekerja untuk mendapatkan penghasilan guna menghidupi diri sendiri dan keluarganya,”pungkasnya.