Kaban Kesbangpol Kota Tasik di Kegiatan Satgas Pesat Resik: Lingkungan Bersih Tanggung Jawab Kita Bersama

Fokus Kota Tasik Sosial

Pewarta : H Amir

KOTA TASIK, FOKUSPRIANGAN.ID – Dalam rangka meningkatkan penanganan dan pengurangan sampah di wilayah Kota Tasikmalaya paska Idul Fitri 1444 H, Tim Satuan Tugas Pengelolaan Sampah Tasik Resik (Satgas Pesat Resik) kembali melaksanakan pembersihan di beberapa tempat yang terjadi penumpukan sampah, salah satunya di jalan Cipicung Kelurahan Tuguraja Kecamatan Cihideung, (Kamis 27/04/23).

Kegiatan pembersihan sampah ini tampak ditinjau langsung pelaksanaannya oleh Penjabat Wali Kota Tasikmalaya Dr Cheka Virgowansyah, S. STP., ME

Untuk kegiatan pembersihan di jalan Cipicung tampak dihadiri oleh Kepala Badan Kesbangpol Kota Tasikmalaya, Drs Ade Hendar, MM, Sekretaris Kecamatan Cihideung Tedi Setiadi, SH., M.Si, Kasi Kesra Kecamatan Cihideung Asep Rusliadi, S. Pd, Lurah Tuguraja Nopik Taufik Muharam, SE.,MM, Anggota Satpol Pamong Praja, Kabag umum RS TMC Nino Marcelino, Petugas Kesehatan dari Rumah Sakit TMC

Dalam keterangannya Kepala Badan Kesbangpol Kota Tasikmalaya Drs Ade Hendra MM di sela-sela kegiatan ke awak media mengatakan seringkali kita melihat lingkungan sekitar yang berserakan karena sampah, sehingga lingkungan tersebut menjadi kumuh dan kotor. Penyebab kumuhnya lingkungan tersebut bisa karena sampah yang dibuang sembarangan, sikap acuh tak acuh masyarakat terhadap lingkungan yang ditinggalinya. Masyarakat harus peduli terhadap sampah, tidak hanya memilih atau memilah sampah tetapi juga mengurangi penggunaan plastik.

Salah satu penyebab utama yang menyebabkan masalah kebersihan lingkungan adalah kurangnya kepedulian warga terhadap lingkungannya. Padahal seharusnya warga atau lingkungan sekitar menyadari dan peduli terhadap lingkungan di sekitarnya, karena keadaan lingkungan tersebut juga mempengaruhi kualitas kehidupan masyarakat. Tempat yang kotor akan menjadi sarang bagi lalat dan nyamuk yang membawa berbagai penyakit. Penyakit seperti DBD, malaria, muntaber, dan diare dapat ditanggulangi dengan cara hidup bersih.

Kita sering melimpahkan tugasnya ke orang lain atau tukang sampah dalam hal membuang sampah.

Tindakan yang demikian itu tidak mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan. Kewajiban menjaga kebersihan lingkungan disekitarnya bukan hanya tugas dari tukang sampah, melainkan tugas bersama.

Sampah bukan musibah bila mampu dikelola dengan baik, berbagai program pengurangan sampah seperti reused, reduce, dan recycle adalah salah satu contohnya. Program tersebut memerlukan kesadaran dari semua aspek masyarakat. Terwujudnya lingkungan yang bebas sampah merupakan salah satu kunci hidup sehat.

Upaya dalam mengurangi sampah tidak akan terlaksana dan terwujud dengan baik jika tidak didukung oleh kesadaran masyarakat. Warga harus berpartisipasi untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Mulailah dari diri sendiri untuk membuang sampah pada tempatnya, contohnya jika melihat sampah, buanglah sampah tersebut pada tempatnya. Bentuk kesadaran tersebut juga harus didukung oleh manajemen yang baik, seperti program bank sampah atau yang lainnya.

Setiap orang yang menerapkan sikap peduli terhadap lingkungan, akan menikmati secara terus menerus tanpa merusak alam sekitar. Selain itu, seseorang yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan juga turut menjaga dan melestarikan lingkungan. Dengan begitu hal tersebut akan membawa manfaat yang berkelanjutan.

” Oleh karena itu kami mengajak marilah kita mulai sadar untuk menjaga kebersihan agar terciptanya lingkungan yang bersih, nyaman dan sehat, “ucapnya.