Ustadz Aep Saepudin: 5 Hikmah Ibadah Shaum Ramadhan

Fokus Jabar Sosial

Pewarta : Yulius Usman

KAB.GARUT. FOKUSPRIANGAN.ID – Salahsatu DKM yang menyelenggarakan shalat sunnat Hari Raya Idul Fitri pada hari Jum’at, 1 Syawal 1444 H/ (21/04/2023) adalah Pengurus Masjid Al-Islah di Kp. Kondang Desa Sukalilah Kec. Cibatu – Garut dengan menghadirkan Mubaligh Aep Saepudin, S.Ag selaku Ketua FAHMI TAMAMI (Forum Silaturahmi Ta’mir Masjid dan Musholla Indonesia) Kab. Garut yang juga merupakan pengurus dari Pimpinan Cabang Muhammdiyah Cibatu.

Dalam Thausiyahnya Aep Saepudin menjelaskan tentang 5 Hikmah yang harus di ambil dari pelaksanaan ibadah shaum Ramadhan yaitu :

1. Melatih Kesabaran, dimana pada saat kita melaksanakan Shaum senantiasa bersabar untuk tidak makan, minum dan melakukan hal-hal yang dalam membatalkan shaum atau mengurangi pahala shaum, terutamanya kita selalu bersabar untuk menantikan datangnya adzan magrib, untuk itu pasca kita melaksanakan shaum harus lebih bersabar dalam menghadapi kehidupan yang penuh tantangan, godaan dan cobaan yang semakin besar di era globalisasi dan teknologi yang serba canggih dan modern.

2. Meningkatkan Kedisiplinan, dimana ketika shaum senantiasa disiplin waktu dan disiplin dalam melaksanakan berbagai kegiatan yang berhubungan langsung dengan ibadah shaum seperti disiplin dalam melaksanakan shalat fardhu tepat waktu dan selalu berjama’ah di masjid, disiplin dalam membaca alquran, bersedekah dan disiplin dalam memanfaatkan waktu, maka pasca ibadah shaum kita harus lebih disiplin waktu, sebagaimana firman yang menerangkan bahwa “Demi waktu, sesungguhnya manusia itu ada dalam kerugian kecuali orang yang beriman dan beramal shaleh, saling menasihati dalam haq dan kesabaran.

3. Membiasakan berbuat kebaikan, dimana setiap hari di bulan ramadhan kita selalu berbuat baik dengan cara bersedekah, infaq, memberikan makanan dan minuman untuk berbuka puasa dan kebaikan lainnya, maka pasca idul fitri kita harus lebih banyak berbuat kebaikan sebagaimana firman Allah, “Tolong menolonglah kalian dalam berbuat kebaikan dan taqwa serta janganlah tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan.

4. Menumbuhkan Rasa Kasih Sayang kepada anak yatim, fakir miskin, lansia dan orang-orang yang membutuhkan pertolongan/bantuan, sebagaimana kita bisa merasakan bersama untuk tidak makan dan minum, bagaimana laparnya perut keroncongan dan hausnya tenggorokan, maka pasca ibadah shaum kita harus lebih menyayangi dan mengasihi anak yatim, fakir miskin, lansia dengan cara selalu melihat ke kanan, kiri, depan dan belakang, apakah masih ada saudara/tetangga kita yang belum makan/minum harus segera dibantu.

5. Meraih Predikat Muttaqien karena sesungguhnya tujuan akhir dari pelaksanaan ibadah Shaum adalah menjadi orang yang bertaqwa, sebagaimana firman Allah, “Wahai orang yang beriman telah di wajibkan kepada kamu untuk melaksanakan ibadah shaum sebagaimana telah di wajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, supaya kamu bertaqwa”.

Sedangkan definisi Taqwa adalah melaksanakan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya dengan balasan bagi orang yang bertaqwa adalah masuk surga, akan dimudahkan jalan keluar dalam setiap kesulitan dan di berikan rezeki dengan tidak disangka-sangka. Pungkas Ustadz. Aep Saepudin mengakhiri ceramah.