Sekda Provinsi Jabar: OPM Digelar Sebagai Salah Satu Upaya Untuk Mengantisipasi Kenaikan Harga

Fokus Kota Tasik Pemerintahan Sosial

Pewarta : H Amir

KOTA TASIK, FOKUSPRIANGAN.ID – Bertempat di Kantor Pusat Pengembangan Industri Kerajinan (PPIK) Jalan Mashudi Kota Tasikmalaya telah dilaksanakan kegiatan Launching Operasi Pasar Murah Bersubsidi Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2023 di Kota Tasikmalaya, Kamis (13/04/23).

Hadir pada kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja, Penjabat Wali Kota Tasikmalaya Dr Cheka Virgowansyah, S.STP., ME, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Drs H Ivan Dicksan Hasannuddin, M.Si serta tamu undangan lainnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja mengatakan dalam rangka mengantisipasi kenaikan harga dari beberapa komoditas barang kebutuhan pokok pada hari-hari terakhir ini yang sangat mengganggu daya beli masyarakat terutama bagi masyarakat yang kurang mampu.

Sebagai salah satu upaya untuk menekan gejolak harga tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Peraturan Gubernur Jawa Barat nomor 14 tahun 2022 tentang penyelenggaraan operasi Pasar murah di daerah Provinsi Jawa Barat serta keputusan Gubernur Jawa Barat nomor 511.2/Kep 188-Disperindag/2023 tentang jenis barang kebutuhan pokok, nilai subsidi, alokasi penerima subsidi dan instrumen alat tukar subsidi operasi pasar murah di daerah Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2023 yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2023

Pada tahun anggaran 2023 ini, anggaran yang disiapkan sebesar sepuluh miliar rupiah. Yang sasarannya adalah rumah tangga masyarakat kurang mampu/miskin di 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

” Komoditas kebutuhan pokok yang di subsidi dalam operasi pasar murah kebutuhan pokok ini adalah :
a. Beras premium dengan besaran subsidi Rp 34.750 / 5 kg.
b. Minyak goreng berkenalan berSNI dengan besaran subsidi Rp 19.700 / 2 kg.
c. Gula kristal putih bukan rafinasi kemasan ber-SNI dengan besaran subsidi Rp 14.400/2kg
d. Tepung terigu kemasan ber-SNI dengan besaran subsidi Rp 10.80// 2 kg, “ucapnya.