Panwaslu Kecamatan Cibeurem Kota Tasikmalaya Gelar Sosialisasi Pengawasn Pemilu Partisipatif

Fokus Kota Tasik Politik Sosial

KOTA. TASIK. FOKUSPRIANGAN.ID – Panitia Pengawas Pemilu ( Panwaslu ) Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya melaksanakan kegiatan sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif, dengan sasaran peserta yaitu simpul-simpul kelompok masyarakat terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan se-Kecamatan Cibeureum. Sosialisasi ini bertempat di Cafe Roempi Awipari pada Sabtu (8/4/23).

Ketua Panwascam Cibeureum, Yosep Nursyamsi, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa partisipasi masyarakat merupakan keniscayaan ditengah terbatasnya jumlah pengawas yang ada. “Oleh karena itu sosialisasi ini merupakan tonggak penting untuk menciptakan sinergitas antara penyelenggara dan simpul-simpul masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif ini menghadirkan pemateri dari eksternal Bawaslu yaitu Kapolsek Cibeureum AKP Nandang Rokhmana, S.H, M.H dengan tema sinergi pengawasan untuk menjaga demokrasi, dan dari PPK Cibeureum, Miftahur Rizqi. Dengan tema pentingnya pengawasan partisipatif dalam pencegahan politik uang untuk hasil pemilu yang berkualitas dan berintegritas. Sosialisasi ini dihadiri pula Anggota Bawaslu Kota Tasikmalaya, Ujang Ishak, yang menyampaikan materi terkait kolaborasi pengawasan pemilu antara penyelenggara Pemilu dengan kelompok masyarakat.

Kapolsek Cibeureum, Nandang Rokhmana, S.H, M.H dalam kesempatan sosialisasi pengawasan partisipatif ini menegaskan pentingnya partisipasi dengan literasi, terutama literasi digital. “Jangan sampai mulutmu harimaumu dan jarimu jerujimu menjerat masyarakat, karena menyebarkan hoax (berita bohong) dan ujaran kebencian. Oleh karena itu perlu komunikasi dan sinergi dengan berbagai lembaga terkait,” tandas Nandang.

Sementara itu, Davi Dzulfiqar, Anggota Panwascam Cibeureum, menyatakan bahwa sosialisasi ini sebagai program Bawaslu di tingkat kecamatan untuk menciptakan atmosfer pengawasan partisipatif, artinya masyarakat umum didorong secara aktif, dan sukarela terlibat pengawasan atau pemantauan dalam setiap tahapan pemilu dan berkolaborasi dengan Panwaslu baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan untuk mensukseskan proses dan hasil pemilu yang berkualitas dan berintegritas.

Davi mengatakan, adapun tindak lanjut sosialisasi ini adalah dibentuknya forum warga terutama online melalui media sosial. “Forum warga ini merupakan program Bawaslu sebagai media komunikasi, sosialisasi dan sinergi pengawasan antara pengawas pemilu dengan kelompok masyarakat,” ucap Davi.

Diharapkan dengan adanya forum warga ini tercipta kolaborasi antara pemangku kepentingan pemilu terutama masyarakat sehingga masyarakat ini menjadi subjek dalam proses pemilu ini demi artikulasi kepentingannya.

Dalam kesempatan ini disosialisasikan pula aplikasi dari Bawaslu, yaitu Jarimu Awasi “Pemilu. Ini merupakan media komunitas digital yang hadir sebagai solusi dalam melakukan pertukaran informasi, edukasi dan literasi digital pengawasan pemilu, dan respon cepat terhadap disinformasi isu-isu pemilu, serta tindak lanjut aduan konten disinformasi,” katanya. (Fp-01)