Ustadz. Hudan: Umat Islam Harus Melek Politik

Fokus Jabar Sosial

Pewarta : Aep Saepudin

KAB. GARUT. FOKUSPRIANGAN.ID – MPC FAHMI TAMAMI Garut untuk yang kedua kalinya menggelar KIRAB (Kajian Islam Ramadhan Berkah) pada Hari Senin, (3/04/2023) di Masjid Daarut Taubah Fastabiqul Khairat Jl. Sudirman No. 4b Garut.

Yang memberikan materi pada acara KIRAB tersebut adalah Ustadz. H. Hudan Mushafuddin, S.Th.I.

Dikatakan Ustadz. Hudan bahwa Allah memerintahkan kita untuk shaum bukan untuk mempersulit tapi untuk meraih predikat Muttaqien, Jadi yang di pinta oleh Allah kepada umat Islam adalah bagaimana umat islam untuk senantiasa melaksanakan Perintah Allah dan menjauhi Larangannya.” Ujarnya.

Selanjutnya di tuturkan Ustadz. Hudan, ” Islam itu adalah agama yang ijul islam wal muslimin, maka kita harus menjadi seorang muslim yang mukhlisina lahuddin.” Imbuhnya penuh harap.

“Mengapa kita yang mayoritas belum mendapatkan tempat yang benar-benar melaksanakan islam yang sebenarnya dengan cara melaksankan syariat islam sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW, maka ke depan Umat Islam harus Cerdas dan Melek Politik sehingga bisa membedakan antara Parpol yang status qua, liberal/sekuler dan Parpol mana yang Pro Islam.” Tandasnya.

Dalam kontek Kabupaten Garut, Saya melihat masih 10% Penduduk Garut masih di garis kemiskinan, maka kita harus bergerak untuk amar ma’ruf nahi mungkar, ketika ada seorang pemimpin yang berbuat dzalim seperti menaikan harga Gas Elpiji sehingga membikin susah rakyat, maka kebijakan tersebut harus kita lawan dan Alhamdulillah akhirnya Bupati mendengar tuntutan sehingga HET Gas Elfiji bisa di turunkan kembali.” Terangnya.

Lebih lanjut di ungkapkan Kang Hudan Mushafuddin, “Ingat tantangan kedepan lebih berat, untuk itu bagaimana generasi penerus bangsa jangan sampai terbawa arus oleh pengaruh yahudi dan nasrani. Maka perlu adanya Gerakan politik umat islam yang benar-benar memiliki ruh perjuangan Li Illa Kalimatillah, kita kalah jauh oleh gerakan politik mereka/yahudi, dulu mereka hanya menitipkan diri saja/numpang hidup, tapi sekarang malah mereka ingin menguasai perpolitikan di Indonesia.” Ucapnya penuh diplomasi.

“Kalau ada orang islam yang tidak ingin bersyiasyah dan hanya jadi penonton saja maka cepat atau lambat kita akan di jajah oleh mereka baik secara langsung maupun tidak langsung.”Ujarnya tegas.

“Dulu para pendiri bangsa Indonesia telah memiliki program, dimana dulu Jakarta/ Indonesia setelah Proklamasi pada tgl 17 Agustus 1945 atau 9 Ramadhan, Alhamdulilah hari ini terulang kembali pada hari Jum’at, 9 Ramadhan tahun 2023.” Ucapnya bangga.

Kemudian disampaikan Ketua DPC PBB Garut, bahwa Indonesia itu adalah negara agama dan selalu mendasarkan kepada Tauhid (Ketuhanan Yang Maha Esa) maka kita harus memperjuangkan kembali syariat islam, jangan sampai di kuasi oleh pihak sekuler/oligarki.”Katanya.

“Kewajiban kita hanya menyampaikan risalah islam, urusan hidayah itu menjadi tanggungjawab Allah SWT. Maka kita harus punya rencana bagaimana ke depan harus ada PERDA tentang Shalat biar semua orang Garut bisa kembali ke Masjid, Memakmurkan Masjid sehingga umat islam bisa kembali ke jati dirinya yang kaffah.” Tandasnya.

Dalam berjuang kita jangan bercerai berai, dulu Masyumi pernah jadi pemenang, Muhammadiyah, NU, SI bersatu, tapi setelah itu bercerai berai, akhirnya bisa rasakan sekarang umat islam tidak menjadi bagian dari pengambil kebijakan/kekuasaan.” Punkasnya.