Alun-Alun Singaparna Diresmikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Ini Katanya

0

Pewarta: Iwan

KAB. TASIK. FOKUSPRIANGAN.ID – Dalam sambutannya sebelum meresmikan alun-alun Singaparna, Ridwan Kamil mengatakan bahwa bila menengok sejenak kebelakang, sekitar lebih-kurang 4 tahun berlalu, disaat dirinya bersama yang kini menjabat wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum dan kini diingatkan ulang kembali oleh Bupati Ade Sugianto dan mantan Bupati, Ketika para cagub dan cawagub disalah-satu stasiun TV nasional melakukan debat kemampuan tentang misi dan visi untuk pembangunan Provinsi Jabar.

Yang menjadi ingatan wakil gubernur sebelum mengemban dan akhirnya mendapat amanah dan kepercayaan dari masyarakat Jawabarat, ada sebuah kritikan walaupun sangat pedas dan selalu mengusik ingatan dalam benak, namun pada intinya kritikan dari warga masyarakat kabupaten Tasikmalaya, membuatnya menjadi acuan dan pacuan disuatu hari nanti pasti bisa dibuktikan.

Padahal menurutnya kritikan itu cukup sederhana, tetapi membuat Uu Ruzhanul Ulum terasa menggelitik hati seakan terkeping-keping. Jangankan untuk mencalonkan jadi wakil gubernur jadi bupati saja alun – alun Singaparna gak terurus rumputnya saja tingginya satu meter, warga berkilah saat itu.

Ridwan Kamil mengatakan tentunya akan indah pada waktunya dan jawabannya hari ini terbukti nyata, sehingga warga masyarakat yang hadir menyaksikan memberikan applus tepuk tangan yang meriah. Dikatakan Gubernur dalam pembangunannya ada yang beres Dhuha, dhuhur ,ashar dan tentu ada yang beresnya magrib. Oleh karenanya semua tentu dikerjakan pada waktunya.

Gubernur Ridwan Kamil lebih lanjut mengatakan pada hari ini dipersembahkan Alun – Alun Singaparna buat warga Singaparna, karena kalau Gubernur lewat tidak menarik untuk singgah, tetapi sekarang ujar gubernur tidak mungkin tidak singgah dulu karena terlihat. Keren dan Luar Biasa ”
Fasilitas design ada panggung bila ada pagelaran budaya, kemudian dibawahnya ada tempat pameran, kuliner dan lain lain. Ada Asma’ul husna mengingatkan kita menjadi insan yang bertakwa, ada simbol kujang karena kita berada ditatar Pasundan.

Baca Juga  Serentak 5 Sekolah Dasar dan Satu SMP di Kecamatan Pacet Melepas Siswa - Siswinya Lulus Untuk Angkatan Tahun 2022

Gubernur juga berjanji pembangunan alun-alun bukan hanya di Singaparna saja akan tetapi pembangunannya akan diteruskan ke kecamatan Ciawi, Cikatomas termasuk pembangunan jembatan Cisepet dengan nilai anggaran 15 miliar langsung akan dibangun,”tutur Ridwan Kamil.

Selanjutnya Gubernur menginformasikan bahwa pantai Cipatujah akan dijadikan pantai terbaik di Jawabarat, pada bulan Januari tahun 2023, untuk segera ditata dilakukan pelelangan untuk menjadi tempat yang mashlahat untuk Parawisata, begitu juga akan dibangun 2 buah rumah sakit dari gubernur, diupayakan KPBU ada dana swastanya, yaitu satu rumah sakit di Karangnunggal dan satu rumah sakit di Ciawi.

Dijelaskan pula kata Gubernur, pada tahun ini akan dibangun gedung pemuda, biar pemuda menjadi bangga ada tempat nongkrong yang positif, dengan nilai anggaran 5 miliar untuk pembangunan gedung pemuda, pasar dan terminal di Pada kembang sedang diupayakan, termasuk jalan tol terpanjang di Jawa barat dan termahal di Indonesia, dari Bandung sampai Cilacap melewati Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Pangandaran. Ridwan Kamil juga menyampaikan pada masyarakat, jadi nanti kalau pergi ke Bandung bisa ditempuh hanya 45 menit, “pungkasnya.

Gubernur Ridwan Kamil sudah melobi kementerian pekerjaan umum pusat atas nama pemerintah kabupaten Tasik, bila jalan TOL jadi exitnya tidak hanya satu tapi diminta 2 atau 3, agar supaya tumbuh perekonomian masih diwilayah kabupaten yang dilaluinya. Bila dihitung kasih sayang pemerintah provinsi untuk masyarakat kabupaten sudah ada 9 program yang diberikan

Walaupun Gubernur dalam penyampaian sedikit bercanda salah satu warga masyarakat yang hadir dari jauh Cipatujah membisikin penulis memberi bantuan ada juga ya! Sisi politisinya, kata kang Sarmin dengan mengulang kata gubernur piraku kudu eleh diwilayah Tasik.??.

Gubernur memanggil anak-anak yang membawa Lato-lato untuk memainkan permainan yang lagi trend.