Warga Lima Desa di Pacet Ikut Kegiatan Sosialisasi Rumah Tahan Gempa Oleh Kementerian PUPR dan BPBD Cianjur

0

Pewarta: Tubagus

KAB. CIANJUR. FOKUSPRIANGAN.ID – Kementrian PUPR beserta BPBD Cianjur gelar Kegiatan Sosialisasi Rumah tahan gempa dan mekanisme tekhnis penyaluran dana stimulan untuk Warga Masyarat terdampak gempa dari lima Desa, acara berjalan di Aula Graha Permana Desa Cipendawa Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur Jawa Barat, Kamis (5/1/2023).

Turut hadir Camat Pacet didampingi Sekertaris Camat dan lima Pimpinan Desa, diantara nya Kades Cipendawa, Cibodas, Gadog, Sukanagalih serta Kades Sukatani juga Babinkamtibmas dan Babinsa dari masing – masing wilayah.

Dilokasi yang sama, Jhony Subrata Pendamping Tehnis Insinyur Muda Kementrian PUPR mengatakan. Dengan Sosialisasi ini kita harapkan masyarakat mengerti memahami bagaimana cara membangun terutama dalam kontruksi rumah yang terdampak bencana sehingga rumah tersebut tahan gempa, karena sekarang Cianjur menjadi katagori daerah rawan oleh gempa,”ucap Jhony.

” Catatan kemarin sudah mencapai 500 gempa susulan dan Warga korban bencana banyak dari tertimpa reruntuhan bangunan sehingga untuk menghindari hal tersebut antisipasi nya, warga harus membangun tempat tinggal nya dengan kontruksi rumah tahan gempa dan antisipasi takala terjadi bencana seperti itu masyarakat cukup terlindung bersama keluarga didalam rumah.

Masih kata Jhony ” Nah bagaimana kalau cara membangun rumah yang tahan oleh gempa, ada beberapa pilihan dan itu tergantung pilihan masyarakat sendiri,”katanya.

” Kalau yang dibangun mandiri, itu lebih punya kemampuan serta pengetahuan masyarakat itu sendiri bagaimana kontruksi bangunan nya sesuai dengan yang benar – benar rumah tahan gempa.

Ia melanjutkan ” Untuk pilihan berikut nya di mana situasi kondisi keadaan, ada warga yang tidak mao ribet – ribet memilih bahan bangunan dan mencari tukang kerja serta mengatur buat pengeluaran biayaya nya dan bisa juga oleh masyarakat memilih kontruksi dibangun jadi,”ujarnya.

Baca Juga  Di Hari Jadi Ke-20 Kota Tasik Digelar Soft Launching Mal Pelayanan Publik Kota Tasikmalaya

” Untuk membangun secara sendiri, warga harus punya pengetahuan tentang kontruksi bangunan nya juga harus mampu mengatur bahan bangunan serta tukang yang ahli dan keuangan, semua itu tergantung kembali pada pilihan masyarakat ” jelas nya .

Masih kata Jhony. ” Kami sipat nya hanya membantu Pemda Cianjur saja dalam rekontruksi ini dan Kami juga nanti akan menempatkan insinyur – insinyur muda di beberapa lokasi yang diatur oleh Pemda sesusi dengan kebutuhan sebagai pendamping Warga, ini boleh di bilang klinik kontruksi agar Masyarakat dapat konsultasi menyangkut pembangunan .

” Terkait lokasi Kami telah berkordinasi dengan pihak Pemda bahwa ada 170 Desa, mana yang di lakukan kami dan mana oleh pihak lain, mereka juga punya kemampuan sama, seperti ada NGO atau yayasan – yayasan nanti kita berbagi kerja untuk penanganan 170 rumah rusak berat agar kontruksi nya benar – benar kuat tahan gempa dan Masyarakat Cianjur terdampak gempa menempati tempat tinggal nya akan merasa tenang serta nyaman ” pungkas Jhony.

Sementara menurut Mumuh Parhamudin, Kasi Rehabilitasi BPBD Kabupaten Cianjur, mengatakan, bantuan rumah Warga yang rusak berat akan dicairkan sebesar 40 persen di Bank Mandiri dan mereka bersepakat dibagun secara mandiri ataupun oleh pihak ke tiga untuk data – data nya segera ditunggu,”katanya.

” Masyarakat dapat mengambil ke kantor Desa masing – masing surat pernyataan kriteria pencairan nya dan bedasarkan presentase kriteria rumah yang terdampak.

” Untik kriteria rusak berat 70 sampai 100 peresen rumah tersebut hancur total dan katagori sedang 50 sampai 70 persen kerusakan nya, berikut nya yang masuk katagori rusak ringan 30 hingga 50 persen tingkat kerusakan tempat tinggal warga dan bagi mereka yang tidak masuk katagori tidak akan diberi bantuan dana gempa,”ujar Mumuh.

Baca Juga  Bhabinkamtibmas Beserta Kepala Desa Banjarsari Dan Unsur Lainnya Gelar Operasi Yustisi PPKM

” Untuk Kecamatan Cugenang sesuai arahan BMKG itu di Nol kan dulu karena daerah itu masuk daerah titik pusat gempa, setelah kajian BMKG dan Geologi dibuat dengan ketetapan daerah itu bisa dilaksanakan pembangunan dan sekarang Cugenang dalam tahap pendataan dan katagori 2 semua akan dilakukan pembangunan.

Terkait keberatan Warga terdampak gempa mengenai kekeliruan data, silahkan lampirkan foto copy buku tabungan sertakan foto rumah tersebut berikut foto copy KTP dan KK Warga,” Tutup Mumuh Parhamudin.