Polres Tasikmalaya Kerjasama Dengan KPI Pusat Lakukan Penyuluhan Bentuk Pencegahan Bahaya Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan

Fokus Kab Tasik Sosial

KAB.TASIK. FOKUSPRIANGAN.ID – Polres Tasikmalaya gelar kegiatan sosialisasi dan deklarasi antisipasi bahaya letal kekerasan terhadap perempuan dan anak, di Aula Pendopo Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (27/10/22).

Kegiatan tersebut dihadiri, ratusan perwakilan tenaga pendidik, kalangan pondok pesantren, perwakilan tokoh masyarakat, ulama dan perwakilan siswa turut hadir. Kekerasan ini bisa bentuk fisik maupun fsikis seperti kekerasan, perundungan dan pelecehan seksual.
Selain menandatangani bentuk penolakan segala bentuk kekerasan, peserta juga mendeklarasikan tiga poin.

Pertama menolak segala bentuk perundungan, kekerasan dan pelecehan seksual secara fisik dan fsikis.
Kedua berkomitmen menghentikan segala jenis kekerasan secara fisik maupun mental. Ketiga, menghargai setiap hak individu untuk terbebas dari segala macam bentuk perundungan kekerasan dan pelecehan seksual.

Polres Tasikmalaya menggandeng KPI Pusat melakukan penyuluhan ini sebagai bentuk pencegahan terjadinya bahaya kekekarasan pada anak dan perempuan. “Kami dari polisi bekerja sama dengan pemda dan steak holder intinya pada kekerasan pada anak dan perempuan sifatnya kami lakukan pencegahan. Maka kami dengan KPI lakukan penyuluhan bagaimana pencegahan kekerasan pada anak dan perempuan,” kata Kapolres Tasikmalaya, AKBP Suhardi Hery Haryanto, di lokasi Kamis (27/10/22).

Berdasarkan data Kepolisian kasus kekerasan perempuan dan terhadap anak  yang dilaporkan dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2022 cukup signifikan. pada tahun 2021 dilaporkan sebanyak 39 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dengan rincian kasus tindak pidana kdrt sebanyak 13 kasus, dan kasus tindak pidana kekerasan terhadap anak sebanyak 26 kasus pada tahun 2022 sebanyak 36 kasus. dengan rincian kasus tindak pidana KDRTsebanyak 9 kasus, dan kasus tindak pidana kekerasan terhadap anak sebanyak 27 kasus. “Dapat disimpulkan bahwa kasus tindak pidana kekerasan terhadap perempuan dan anak terdapat penurunan  kasus sebanyak 30 persen,” kata Suhardi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah ( Sekda ) Kabupaten Tasikmalaya, Muhammad Zen, menyatakan apresiasi untuk kepolisian yang melakukan upaya pencegahan terhadap kekerasan pada anak dan perempuan.

Hal ini juga ikhtiar untuk mengembalikan wilayah Tasikmalaya sebagai Kabupaten ramah anak. “Kami apresiasi langkah polisi ini. Apalagi kerjasama dengan kami, nanti akan ada tempat untuk menampung anak yang berhadapan dengan hukum. Ini juga jadi langkah baik kita untuk bagaimana Tasikmalaya benar benar ramah anak,” tandas Zen. (****)