Kemeriahan Festival Literasi Kelurahan Ciakar di Perum Grand Mutiara Citra

Fokus Kota Tasik Pendidikan Seni dan Budaya Sosial

Pewarta: Ridwan

KOTA TASIK. FOKUSPRIANGAN.ID – Dalam rangka menyambut hari jadi Kota Tasikmalaya ke-21, Kelurahan Ciakar berkolaborasi dengan lembaga terkait seperti LPM, Karang Taruna, Forum RW, kader PKK dan lain sebagainya dengan dukungan penuh dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas menggelar Festival Kelurahan Ciakar,

Festival tersebut di antaranya Festival Literasi. Kegiatan lainnya seperti Musabaqoh Tahfidz, Lomba Ngaliwet, Qosidah, Badminton, Bola Voli, Tenis Meja, Cukur gratis, Aerobic, dan puncaknya Jalan Santai di tanggal 9 Oktober 2022 mendatang.

Festival Literasi di gelar di RW 11 Perum Grand Mutiara Citra (PGMC), yang berlangsung pada akhir pekan kemarin dengan diikuti oleh 5 peserta perwakilan dari setiap ke RW an yang ada di Kelurahan Ciakar dari setiap kategori.

Ketua RW 11, Davi Dzulfiqar, S.E, yang menjadi Penanggung Jawab Festival Literasi menerangkan, RW 11 menjadi tuan rumah festival literasi karena memang disini pernah diadakan festival serupa di tingkat ke-RW-an di Agustusan kemarin dan sekarang diperluas cakupan pesertanya menjadi tingkat kelurahan, disamping keberadaan TBM garasi baca PGMC yang menjadi inisiator, juga yang tidak kalah penting adalah visi misi pengurus RW 11 yaitu Betah (bersih, empati, tentram, aman dan nyaman) di bumi literasi PGMC,”ucap Davi Selasa (04/10/22).

“Kedepan kita ingin mengimplementasikan program Pemerintahan Kota Tasikmalaya yaitu Kampung Literasi dan Sadar Tertib Arsip (Kalista) bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tasikmalaya dengan dukungan dari RW 12 Perum Kotabaru yang telah implementasi.

Lanjut Davi Dzulfiqar, kita menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah mensupport festival literasi kelurahan Ciakar ini terutama kepada Pak Lurah, kemudian rekan RW dan Katar serta Kang Dani dan Kang Eltris dari pihak Gramedia yang telah memberikan dukungan penuh dengan sponsorhip berupa buku sebagai hadiah untuk para juara 1, 2 dan 3 di tiga kategori yang ada,”katanya.

“Mudah-mudahan niat membumikan literasi mulai dari lilin-lilin kecil di tingkatan wilayah terkecil dapat menumbuhkan minat dan budaya baca untuk produktivitas,”tutupnya.

Sementara Ketua panitia bersama Festival Kelurahan Ciakar, Ujang Yayat, yang juga ketua RW.05 menegaskan, bahwa festival kelurahan Ciakar ini adalah dari oleh dan untuk warga Ciakar. Dengan saling sinergi antara kelembagaan yang ada, sehingga gebyar nya sangat terasa.

Mudah-mudahan ini menjadi tradisi setiap tahun yang terus lebih baik untuk kedapannya. Terutama di festival literasi ini menjadi momentum untuk mengenalkan anak-anak warga Ciakar terhadap literasi untuk meningkatkan imajinasi, kreativitas, kecerdasan dan kemampuannya,”ujarnya.

Di tempat terpisah, Lurah Ciakar, Agus Herdiana, S.Ag menyambut baik adanya gebyar festival literasi ini. Lurah yang baru menjabat awal tahun di Ciakar ini mengatakan bahwa, kita ingin festival kelurahan Ciakar ini menjadi lebaran ke-2 para warga Ciakar yang saling bersilaturahmi antar RW. Proses saling berkunjung inilah yang menguatkan ikatan solidaritas sosial agar potensi gangguan dapat diminimalisir. Seperti Festival Literasi yang di gelar di Perum Grand Mutiara Citra ini memungkinkan warga dari wilayah RW lain berkunjung dan masuk langsung ke dalam Perum,”ucap Agus.

Lurah menambahkan, Festival Literasi ini adalah inovasi baru yang belum pernah dilaksanakan sebelumnya, mudah-mudahan ini bisa konsisten dan terus menumbuhkan minat literasi di wilayah Ciakar. RW 11 PGMC bisa menjadi pilot project untuk hal ini, apalagi ada rencana dari ketua RW 11 dengan dukungan tokoh masyarakat dan tokoh agama serta warga perum pada umumnya untuk menjadi Kampung Litrasi dan Sadar Tertib Arsip (Kalista), akan sangat didukung sepenuhnya dari pihak kelurahan.

Festival literasi sejatinya adalah pada prosesnya, yaitu menanam, memupuk dan memelihara, mengembangkan serta mengekalkan cinta kepada buku, menumbuhkan imajinasi dan kreativitas yang positif, serta memajukan literasi baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial serta budaya dan kewargaan. Literasi hari ini diyakini akan meningkatkan produktivitas yang akan sangat berdampak pada kesejahteraan lahir dan batin. Literasi untuk semua,”tutup Lurah.