Curi Janda Bolong Malam Hari IL Nyaris Diamuk Massa Lalu Mendekam di Tahanan Polsek Sukaraja

FOKUS SUKABUMI Hukum dan Kriminal Sosial

Reporter: Rusdi

SUKABUMI.FOKUSPRIANGAN.ID – Setelah nyaris diamuk massa akibat mencuri tanaman hias janda bolong, IL (27) warga Desa/Kecamatan Sukaraja, pelaku pencurian tanaman hias Janda Bolong┬ádiamankan personel Polsek Kebonpedes, Resor Sukabumi Kota, Selasa (19/1/21) lalu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh menyebutkan, IL sengaja nekat memanjat pagar dan mengambil tanaman hias janda bolong di teras rumah korban di Kampung Cangkorah Desa Cikaret Kecamatan Kebonpedes. “Jadi pelaku ini tertangkap tangan oleh warga sekitar pukul 02.00 WIB, saat tengah melakukan siskamling. Setelah itu, warga langsung melaporkan kepada petugas Polsek Kebonpedes yang tengah melakukan patroli. Kita langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian untuk segera mengamankan pelaku dari amukan massa. Setelah itu, kami langsung membawa pelaku ke Mapolsek Kebonpedes,” kata Kapolsek Kebonpedes Ipda Tommy Ganhany Jaya Sakti kepada wartawan, Kamis (21/01/21).

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh polisi, ternyata ada belasan tanaman hias yang diduga hasil pencurian pelaku dari sejumlah lokasi. “Dari tangan pelaku, kami berhasil menyita sekitar 18 tanaman hias terdiri dari 4 buah tanaman jenis┬ájanda bolong, 10 jenis kaladi katalia black lipstik, 3 buah jenis tanaman kaktus, 1 buah jenis keladi merah, 1 buah tanaman kuping gajah dan 1 buah merambat bunga merah,” kata Tommy.

Menurutnya, pelaku kerap menjalankan aksinya di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi. Seperti di wilayah Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Kecamatan Sukaraja, Cibeurum, Cimahpar dan Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi. “Tadi juga ada warga asal Kecamatan Sukaraja yang merasa kehilangan tanaman hias. Kemudian setelah diinventarisir ternyata jenis tanaman korban yang hilang sesuai dengan barang bukti yang kita amankan dari pelaku,” ujar Tommy.

Untuk TKP di Kebonpedes,ucapnya, korban mengalami kerugian materil sekitar Rp 2.602.000 . “Iya, inventarisir ini hanya dari satu TKP saja. Sementara untuk hukumannya, pelaku terancam Pasal 363 KUH Pidana tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman tujuh tahun kurungan penjara,” tandasnya.