Miris, Gadis 21 Tahun Jajakan Diri Demi Bantu Biaya Orang Tua Yang Sedang Sakit

Fokus Cilegon Sosial

Reporter : Aan.SGT

CILEGON, FOKUSPRIANGAN.ID – Demi membantu meringankan beban biaya orang tuanya yang sedang sakit dan di rawat di salah satu Rumah sakit di Kota Serang, sebut saja (Rina) bukan nama sebenarnya, gadis 21 tahun ini rela melakukan apapun, termasuk menjual diri. Demi membantu biaya sang orang tua yang sedang sakit, (Rina) bukan nama sebenarnya, menjual dirinya melalui akun di media sosial Michat. Sabtu (06/06/2020)

Keputusan tersebut diambilnya demi orang tuanya, dengan menawarkan dirinya open boking (BO) melalui aplikasi Michat, untuk menawarkan tubuh nya dengan laki-laki hidung belang

Saat Fokuspriangan.id mencoba menulusuri prostitusi online melalui jejaring sosial, dan menemukan satu wanita yang usianya masih sangat muda, sebut saja (Rina) bukan nama sebeneranya yang usianya masih sangat muda (21thn), yang statusnya masih pelajar. Saat bertemu di salah satu penginapan di kawasan Merak.

“Ia mau gimana lagi A, sekarang kebutuhan hidup nambah berat, belum lagi orang tua sedang sakit jantung dan sedang di rawat di rumah sakit, soalnya pake umum, ga pake BPJS, kalo tarif sekali main sih standar A 400-700 ribu,” ucapnya.

Meskipun adanya himbauan Pemerintah Kota Cilegon dan Maklumat Kaporli untuk tidak ke luar rumah atau social distancing. Hal itu sebagai upaya mencegah penularan Covid-19, akan tetapi himbauan Pemerintah Kota Cilegon tersebut tidak di laksanakan, menurutnya kebutuhan hiduplah yang jauh lebih penting.

“Kalo bicara takut sih takut A, takut kena Covid-19, tapi mau gimana kebutuhan hidup, belum lagi bantu biaya orang tua yang sedang sakit jantung, butuh biaya yang lumayan besar, belum lagi buat makan sehari-hari, ongkos jenguk orang tua Pulang-pergi Cilegon-Serang, belum lagi kebutuhan yang lain,” tandasnya.

Di era digital, teknologi ternyata tak hanya berguna untuk kepentingan positif. Prostitusi pun turut andil menyemarakkan perputaran uang di dunia maya. Inilah dampak buruk yang sulit dicegah ketika sistem hidup kapitalis diterapkan. Pola pikir yang menjadikan asas manfaat dan mengagungkan kebebasan (liberalisme) telah merasuk sangat dalam di tengah masyarakat. Sehingga mereka yang notebene mayoritas muslim tak lagi menjadikan halal dan haram sebagai standar. Miris!.

Ditambah lagi kondisi perekonomian yang memang terpuruk. Persaingan hidup yang keras. Lapangan pekerjaan yang halal juga terbatas, jadi alasan klise para perempuan dari kalangan, Remaja ini pun terjun “Bebas” di rimba kemaksiatan luar biasa tersebut. Semoga Pemerintah Kota Cilegon dapat mengurangi angka pengangguran dan menurunkan angka prostitusi yang sampai saat ini angka prostitusi di Kota Cilegon masih tinggi karena minimnya penanganan bisnis esek-esek di Wilayah Kota Cilegon.