Demi Buktikan Sumpah Tidak Mencuri, Pria Ini Tega Injak Kitab Suci, Dan Akhirnya di Tangkap Polisi

Fokus Kab Tasik Hukum dan Kriminal

Reporter:Tim

FOKUS KAB TASIK. (Fp) – Entah apa yang merasuki HM (31) warga Sirnagalih, Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya. Pria ini nekat menginjak Alquran hanya demi membuktikan sumpahnya tidak mencuri, aksinya menginjak alquran sempat direkam dan diviralkan melalui jejaring sosial Facebook hingga mengundang kemarahan umat muslim.

Menurut AKBP Hendria Lesmana, Kapolres Tasikmalaya, Jawa Barat, saat Rilis Di Mapolres Tasikmalaya, Minggu (10/05/20) menyampaikan Pihak Kepolisian Resort Kabupaten Tasikmalaya bergerak cepat usai kordinasi dengan berbagai pihak termasuk Polres Kota Tasikmalaya. Dan Polisi mengamankan tersangka dengan bersama barang bukti.

Tersangka sengaja melakukan aksi menginjak Alqur’an, Kitab Suci Umat Islam. Peristiwa ini terjadi di Rumah┬áDewi Komariah Warga Kampung Warung Cikopi, Desa Salebu, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya Sabtu (09/5/2020) kemarin.

“Ini kasus penistaan Agama dengan menginjak Alqur’an. Saat itu, HM bersama saudaranya Asri dan masyarakat sekitar termasuk RT dan RW sedang musyawarah perihal pencurian laptop dan Hp milik Asri yang diduga dilakukan oleh H. Setelah musyawarah cukup lama, H mengakui telah mencuri laptop. Sementara untuk pencurian HP, H menegaskan tidak melakukannya dan dia terus terusan bersumpah berani injak alquran”, Ucap Kapolres.

Aksi penginjakan terhadap Al-Qur’an itu pun sempat viral di media sosial setelah salah satu keluarganya yang kebetulan berada dalam musyawarah itu, bernama Zulian (25) merekamnya dengan handphone. Dan memposting di salah satu Group media sosial (Medsos) Facebook.┬áPihak kepolisian juga menangkap Zulian dengan jeratan UU Transaksi eletronik ITE,’kata Hendria.

Lanjut Hendria, Kasus ini menjadi viral, karena ada postingan di media sosial facebook. Pelaku penyebar di medsos kita amankan untuk dimintai keterangan dan tersangka terancam pasal UU ITE. Akibat perbuatannya itu, polisi menerapkan pasal yang berbeda kepada kedua tersangka. Untuk tersangka Hendra Mulyadi yang melakukan penginjakan Al-Qur’an diancam pasal 156 a KUH Pidana tengang penistaan agama dengan ancaman kurungan lima tahun penjara.┬áSementara untuk tersangka Julian Nurrahman dikenakan pasal 45 a Undang-undang nomor 19 tahun 2016 atas perubahan Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukumann 6 tahun penjara.