Pemdes Calingcing Kec.Sukahening Terus Gencar Lakukan Kegiatan Pencegahan Penyebaran Virus Corona

Fokus Kab Tasik Sosial

PENULIS/REPORTER: Anton

FOKUS KAB TASIK. ( Fp) – Pemerintah Desa (Pemdes) Calingcing Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya , terus gencar dalam melakukan kegiatan pecegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19) di wilayah desa Calincing.

Maman Rustaman, S.H.I., Kepala Desa Calingcing,Selasa ( 21/4/20) diruang kerjanya mengatakan dalam kegiatan upaya pencegahan virus corona (Covid19), yang sudah kami lakukan seperti, melakukan penyuluhan- penyuluhan, pengumuman- pengumuman di setiap masjid lewat pengeras suara, poster.
Membuat posko siaga 24 jam ful. Penyemprotan setiap seminggu sekali di fasilitas umum dan di setiap warga oleh RT nya masing- masing. Membuat tempat-tempat untuk cuci tangan di tempat- tempat umum, Pembagian masker sebagian, dan yang sebagian lagi masih di buat, Penghimbauan kegiatan – kegiatan pengajian berjamaah di batasi jaraknya,” ucapnya.

Masih menurut Maman untuk masyarakat yang pulang dari luar kota zona merah sekitar 80 orang, dan kami menghimbau kepada meraka untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari, memang terkadang susah masyarakatnya tetapi setidaknya dari pihak pemerintah dan Satgas Covid 19 sudah memberikan himbauan untuk tidak keluar rumah selama 14 hari.

Disinggung mengenai sholat teraweh? Mengatakan rencana sholat taraweh masih di musyawarahkan di masyarakat rencananya,kalau pemerintah hanya menghimbau untuk mengikuti aturan -aturan pemerintah baik Pusat, Daerah atau Pemerintah Desa,namun tidak memaksa dan tidak menghalangi kegiatan masyarakat selama itu ada Perotab covid seperti 1.jaga jarak 2. tidak berkerumunan secara banyak 4. kalau masuk cuci tangan dan di semprot mengunakan Hand sanitizer
di persiapkan dari desa.

Di singgung adanya isu warga masyarakat yang positip virus corona? Maman menjelaskan semua pasti waspada terhadap yang pulang dari zona merah seperti kemarin ada satu warga calingcing yang dari surabaya yang di tetapkan pemerintah sebagai zona merah kebetulan pas datang ke kampung langsung sakit namun mempunyai riwayat penyakit TBC yang ketika dirawat harus di rujuk ke rumah sakit yang akhirnya 2 hari di rumah sakit meninggal, karena statusnya PDP standar pemakannya pengurusan jenazah harus standar covid 19 yang akhirnya di makamkan secara prosedur covid 19 namun untuk hasilnya kami masih menunggu dari hasil pemeriksaan dan selanjutnya untuk saat ini masih belum selesai ya mungkin satu minggu lagi mudah- mudahan negatif hasilnya karena mencemaskan masyarakat terutama yang sudah bersentuhan dan beriteraksi dengan Jenazah,” pungkasnya.