Bank Emok, Antara di Butuhkan Dan Menuai Kontroversi

Fokus Cianjur Sosial

FOKUS CIANJUR. (Fp) – Pekereditan Bank keliling atau yang lagi hit di sebut “Bank Emok” Merajalela di kab cianjur, Bank emok tersebut dengan target emak-emak, belakangan ini kerap jadi memicu keresehan, dan bikin gaduh dilingkungan masyarakat Kabupaten Cianjur, banyak hal yang di keluhkan Warga Cianjur tentang “Bank emok”. Disisi lain dibutuhkan keberadaan Bank emok, Bank Emok juga banyak menuai Kontroversi di kalangan masyarakat.

Hal tersebut terjadi lantaran pihak bank emok dalam melakukan penagihan kredit angsuran diduga tak ada toleransi kebijakan, sehingga memicu konflik dan keresahan. Selain bunga kredit mencekik.

Seperti yang di alami kelompok emak emak warga Kampung Cidamar RW 08 Desa Bobojong, Kecamatan Mande. Mereka mengaku ketika tidak punya duit untuk membayar angsuran kredit sedikit dipaksa.

Menurutnya, memang dengan adanya Bank keliling atau bank emok justru sangat membantu. Cuma dikala sewaktu -waktu kita tidak ada uang untuk bayar kredit angsuran pinjaman petugas “Bank Emok “ngotot dan maksa harus membayar tanpa alasan apapun,”ucapnya Sabtu (15/02/20).

Bahkan kita disuruh meminjam uang kepada orang lain, untuk menututup angsuran yang ditagihnya. Terlebih saat petugas bank emok mengancam tidak mau pulang sebelum kita membayar.

“Katanya sampai malam pun ditunggu dan mengancam tidak akan pulang sebelum menerima pembayaran angsuran dari kita. Maka tadi kita dipasilitasi pak RW untuk mediasi dengan petugas Bank emok, dan hasilnya katanya mau itung- itungan dulu,” Tukas Wati mewakili kelompok emak-emak.

Sementara pihak Bank emok yang membawa payung hukum Koperasi Syariah Nur Insani, mengaku sudah empat tahun berjalan melakukan kredit pinjaman terhadap warga Cidamar, berjalan adem ayem.

“Perasaan kita pertama masuk kesini bank keliling yang masuk cuma ada satu dua waktu pertama, Kan kita mah adem ayem, tidak tahu dimasyarakat gimana, makanya tidak ada masalah,” kilahnya.

Meneger koperasi syariah Nur Insani, Sigit saat dimintai kebijakan terkait penagihan kredit oleh ketua RW, pihaknya akan melakukan kebijakan dengan cara itung-itungan kerugian dan keuntungan.

“Kita akan itung-itungan dulu masalah ini dikembalikan ke anggota keanggota, kita tidak mau merugikan dan tidak mau dirugikan,” Ujarnya.

Terpisah ketua RW 08 Kampung Cidamar, Solihin menegaskan, Selaku pemerintah setempat kita akan menolak bank emok datang ke lingkungan kami. 

Karena ini tidak bisa dibiarkan, coba bayangkan tadi juga sewaktu kita mediasi dengan bank emok, pengakuan suamai dari ibu-ibu nasabah begitu sangat miris, hampir tiap hari bertengkar gara- gara bank emok.

Pokoknya jika tidak ada toleransi atau kebijakan terhadap tuntuntan eumak-eumak yang punya kredit pinjaman, yakni jangan memaksa nagih, jika itu terjadi lagi, selain tidak dibayar, kita akan giring masalah ini ke DPRD, dan saya tantang Bank Emok untuk beraudensi,”Tandasnya.

Dilain pihak anggota dewan perwakilan rakyat daerah fraksi partai amanat nasional (PAN) Yoga Natanusya, pihaknya menyayangkan dengan banyaknya “bang emok” yang akhir-akhir ini sudah banyak meresahkan.

“Sangat menyayangkan dan sangat tidak di betulkan. Harusnya dengan adanya dan hadirnya Bank Emok atau Bank Keliling di tengah masyarakat bisa membantu, bagi yang membutuhkan, bukan mencekik ekonomi masyarakat. 

Saya rasa masyarakatpun sudah pintar dan mengetahui mereka akan membayar kewajibannya. Tapi harus sesuai dengan kemampuan mereka,” Pungkasnya.

Jurnalis : Tomi